Cegah Stunting, Pemprov-GAIN Komitmen Tingkatkan ASI Eksklusif

oleh -950 views
Dinar SM Lubis, CPHI (Centre of Public Health Innovation) lembaga studi Univ Udayana Denpasar.

KILASJATIM.COM, Surabaya – The Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Prov Jatim berkomitmen untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif guna mencegah stunting di Jawa Timur.

“Pemberian ASI Eksklusif menjadi penting sebagai bagian dalam memberikan makanan bergizi untuk anak dan pencegahan stunting,” kata Dinar SM Lubis dari CPHI (Centre of Public Health Innovation) lembaga studi Univ Udayana Denpasar, Senin (27/1).

Dikatakannya, secara global pemberian ASI eksklusif masih jauh dari target minimum 50 persen tahun 2025 (WHO, 2017) sedangkan prevalensi menunjukkan sekitar 42 persen tahun 2017 (UNICEF, 2018), sementara  Jatim capaiannya 40,5 persen (Rikesdas, 2018).

“Sekali lagi melalui GAIN yang dikenal dengan Emo-Demo berupaya meningkatan pemberian ASI melalui intervensi 2 langkah dari 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM),” katanya.

BACA JUGA: Menkes RI: Atasi Stunting dengan TSI

Dikatakannya, 10 LMKM yaitu menetapkan Kebijakan Peningkatan Pemberian ASI yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas dan melakukan pelatihan bagi petugas untuk menerapkan kebijakan 10 LMKM.

Kegiatan 10 LMKM didasarkan pada PerMen Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak nomor 03 tahun 2010 tentang penerapan 10 LMKM dan PP nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Cakupan 115 fasilitas kesehatan di Jember, Surabaya, Probolinggo, Bondowoso, danTrengalek.

Senior Manager GAIN Indonesia, dr Agnes Mallippu mengatakan, 10 LMKM merupakan rangkaian Baduta 2.0 yang bertujuan mendorong peningkatan ASI Esklusif melalui CPHI mitra terpilih GAIN. “Ini sebagai bentuk komitmen kami membantu persoalan Gizi di Jawa Timur selain Emo Demo yang tetap berlanjut,” katanya.

Selain 10 LMKM beberapa faktor lain yang mendukung suskesnya pemberian ASI dianataranya, dukungan suami keluarga, dan masyarakat dengan memberikan pengetahuan yang memadai mengenai manfaat dan cara yang benar dalam pemberian ASI.

BACA JUGA: Mas Abu Ajak IBI Berkolaborasi Tingkatkan IPM Kota Kediri Tekan Stunting dan Turut Optimalkan Posyandu  

Sementara dukungan fasilitas layanan kesehatan adalah memberikan fasilitas pelayanan kesehatan, pelayanan kehamilan, inisiasi menyusu dini (IMD), rawat gabung, tidak menyediakan susu formula dan dot, tidak memberikan makanan dan minuman selain ASI. Dukungan konseling menyusui, membantu ibu untuk dapat menyusui bayinya, pelatihan petugas kesehatan dan mendorong pembentukan kelompok pendukung ASI.

Selanjutnya dukungan kebijakan, yang diperlukan untuk pemberian ASI diantaranya melalui pengawasan promosi dan peredaran susu formula, penyediaan tempat menyusui di public area dan tempat kerja serta memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pekerja untuk menyusui. (kominfo/kj8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.