Bupati Pastikan Berinvestasi di Bangkalan Aman dan Nyaman

oleh
Bupati Bangkalan (kanan) bersama Ketua DPD Himperra Jatim Soepratno (tengah),

KILASJATIM.COM, Surabaya – Berinvestasi di Bangkalan, Madura dipastikan aman dan nyaman. Hal tersebut disampaikan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron saat menghadiri Rakerda 2020 Himperra DPD Jatim di Hotel Bumi, Kamis (19/3/20).

Bupati Latif menegaskan, bahwa Bangkalan siap menyambut investor yang masuk dengan mempermudah perizinan. Dengan mempermudah perizinan ini, investor akan berbondong-bondong dan memajukan Bangkalan.

“Kami bersama dengan Forkopimda telah sepakat memajukan Bangkalan yang salah satunya membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang mau masuk. Dengan memberikan kemudahan perizinan untuk memajukan Bangkalan,” kata Bupati yang akrab dipanggil Ra Latif.

Selain kemudahan perizinan, bupati juga memberikan keamanan dan kenyamanan tinggal di Bangkalan. Pemkab Bangkalan bersama Forkopimda telah memerangi tindak kriminalitas terutama aksi begal yang sangat meresahkan warga. Kapolres Bangkalan juga sudah mengultimatum akan menerapkan tembak di tempat terhadap pelaku begal.

BACA JUGA: Pemkab Bangkalan Gandeng PHE WMO Wujudkan Taman Mangrove Gerakkan Ekonomi Masyarakat

“Alhamdulillah pelaku begal sudah menurun setelah Polres Bangkalan menindak tegas tembak di tempat terhadap tiga pelaku. Semoga upaya ini dapat merubah mind set warga di luar Bangkalan tidak takut lagi datang ke Bangkalan termasuk para investor,” tandas bupati.

Selain itu Pemkab Bangkalan juga menyiapkan lahan seluas 50 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Kamal, Kecamatan Labang, Kecamatan Kwanyar dan lainnya. Bangkalan menjadi salah satu daerah yang potensial, baik untuk berinvestasi maupun tempat tinggal karena lokasinya dekat dengan Kota Surabaya.

Sementara Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Timur menargetkan sekitar 4.000 unit rumah akan dibangun di kawasan yang tidak jauh dari Jembatan Suramadu tersebut.

“Kami siap membawa investor untuk membangun proyek hunian yang masuk dalam Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di sana,” ujar Ketua DPD Himperra Jatim Soepratno.

BACA JUGA: Lanal Batuporon Dan DKP Jatim Tanam Ribuan Pohon Mangrove di pesisir Bangkalan

Soepratno menambahkan, bahwa harga rumah bersubsidi di Bangkalan ini harganya cukup terjangkau. Hanya sekitar Rp 150.500.000, masyarakat dapat memilikinya dengan angsuran setiap bualnnya sekitar Rp 1 juta.

“Persyaratan mendapatkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) melalui skema FLPP atau rumah subsidi yaitu Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia, berusia 21 tahun atau telah menikah, pasangan suami-istri, belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk kepemilikan rumah,” pungkas Soepratno. (kj6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *