Bupati Malang Hadiri Launching Lumbung Air Wakaf  

oleh
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M ikut menekan tombol sirine sebagai simbol dilaunchignya Lumbung Air Wakaf milik ACT, Rabu (18/12) siang.

KILASJATIM.COM, Malang – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M hadir pada acara Launching Lumbung Air Wakaf dan Air Minum Wakaf Gratis yang digelar Aksi Cepat Tanggap (ACT) bertempat di komplek Pergudangan KL Bliz Hub, Kecamatan Singosari, Rabu (18/12) siang. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Pak Sanusi, sapaan akrab Bupati bersama Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin, dan Direktur Program Aksi Cepat Tanggap (ACT), Wahyu Novyan serta beberapa manajamen ACT dan Wakaf Distribution Center Malang.

Dalam arahannya, Bupati memuji manajamen ACT dan menyambut hangat terkait dilaunchingnya Lumbung Air Wakaf serta berterima kasih atas program-program yang sudah berjalan. Beliau berharap program yang digagas ACT dalam Program Global Wakaf Foundation memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga mampu menikmati wakaf tersebut. Tak terkecuali, kala bergerak menjalankan program ini ke masyarakat Kabupaten Malang dengan target distribusi 10 ribu karton per bulan, dari 100 ribu karton se Indonesia.

”Manusia diajarkan Rasullullah untuk saling membantu. Tidak harus melalui harta kekayaan, namun dengan lainnya. Menyenangkan siapapun itu sudah merupakan sodakoh, bahkan dalam bentuk senyum. Allah SWT akan membalas dengan membantu melindungi selama kita melindungi sesama. Mudah-mudahan dengan terobosan yang dikemas konsep Islami ini diikuti lainnya,” terangnya.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Target Distribusi Air SPAM Umbulan Mulai Beroperasi Desember 2019

Dalam kesempatan ini, Pak Sanusi juga menyebut bahwa dalam mengatasi krisis air bersih dan kekeringan, Pemerintah Kabupaten Malang sudah standby 10 tangki bagi masyarakat. Tentunya untuk mengatasi dan membantu kekeringan. Selain itu, bangun sumur bor dengan 28 titik dan diprogramkan lagi sebanyak 20 titik di Kabupaten Malang. Pasalnya, terkait pengadaan air ini memang kwajiban bagi semua untuk bisa mencukupi kebutuhan masyarakat yang merasakan kekurangan.

”Tepat sekali program Lumbung Air Wakaf ini karena kebetulan salah satu permasalahan di Indonesia stunting yang salah satunya akibat atau dikarenakan kekurangan air. Terima kasih sudah datang di Malang. Menjadikan Kabupaten Malang menjadi project pilot. Pemkab Malang siap mendukung dalam pengembangan program dari ACT. Semoga manfaat dan barokah bagi semuanya. Umurnya panjang, sehat walafiat,” pungkas Bupati.

ACT dalam program-programnya mengusung harapan bisa menyapa Malang Raya. ACT sudah berhasil menjalankan dalam hal penyediaan air minum, kegiatan bedah rumah korban puting beliung dan program Brisi (beras untuk santri). Sebelum melaunching, ACT lebih dahulu sudah menjalankan Lumbung Beras dan Lumbung Ternak. Khusus untuk pengembangan wakaf air minum dalam kemasan juga disinergikan program Bank Sampah yang dikelola di Malang, Jember dan Surabaya. Tujuannya, diantaranya mengedukasi semuanya untuk lebih sadar atas lingkungan sekitarnya. (humas/kj22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *