Bupati Lumajang Klarifikasi Aduan Tentang Penarikan Tiket Masuk Wilayah TNBTS

oleh
Bupati Lumajang mendatangi Kantor Balai Besar TNBTS guna melakukan koordinasi dan klarifikasi dengan pengelolanya.

KILASJATIM.COM, Lumajang – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq) mengungkapkan, bahwa untuk menanggapi laporan dari masyarakat terkait penarikan tiket masuk pada area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), pihaknya mendatangi Kantor Balai Besar TNBTS guna melakukan koordinasi dan klarifikasi dengan pengelolanya.

Hal tersebut diungkapkannya usai berkoordinasi dengan pihak BB TNBTS, yang bertempat di Kantor Balai Besar TNBTS Desa Ranupani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Senin (23/12/2019).

Cak Thoriq juga mengungkapkan, tiket yang diberlakukan pada pintu TNBTS yang berada di kawasan Desa Burno tersebut, bukanlah sebuah tiket untuk masuk wilayah TNBTS, melainkan tiket masuk untuk obyek wisata kawasan Gunung Bromo dan Ranu Regulo.

“Ini tadi saya sudah berbincang dengan teman-teman TNBTS, penarikan tiket yang ada di Pos Ireng-ireng adalah tiket yang berlaku bagi pengunjung yang mau ke Gunung Bromo dan Ranu Regulo,” ungkapnya.

BACA JUGA: Jaga Stabilitas Harga Sembako Jelang Nataru, Pemkab Lumajang Gelar OPM

Selain itu, diungkapkan Cak Thoriq, bahwa yang nantinya dikenakan tiket masuk hanya wisatawan yang akan melakukan wisata ke Gunung Bromo dan Ranu Regulo. Sedangkan, untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke Ranupani atau hanya sebatas melintas di kawasan tersebut tidak akan dikenakan pembayaran tiket.

“Jadi, nanti masyarakat bisa langsung menyampaikan ke pihak petugas, terkait keperluan melalui jalur TNBTS,” tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa adanya pos di pintu masuk kawasan TNBTS, berfungsi untuk memantau kawasan TNBTS dan sekitarnya agar tetap terjaga kelestarian alamnya, sekaligus berfungsi untuk memantau kejadian darurat yang terjadi disekitar hutan, sehingga dapat segera tertangani. (kominfo-kj20)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *