Bupati Ipong, Luncurkan Gerak Warog

oleh -1.025 views
Pemerintah Kabupaten Ponorogo beserta komunitas pencinta kelestarian alam membikin suatu Gerakan Reboisasi, Alam, Kehutanan & Wilayah Air, Rakyat Obah Gumregah (Gerak Warog).

KILASJATIM.COM, Ponorogo – Semakin dalamnya sumber air tanah di permukaan bumi reyog dan semakin luas lahan kering yang bertambah disebabkan oleh perubahan iklim yang cukup ekstrim ini bisa mengancam masa depan kita dan anak cucu. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Ponorogo beserta komunitas pencinta kelestarian alam membikin suatu Gerakan Reboisasi, Alam, Kehutanan & Wilayah Air, Rakyat Obah Gumregah (Gerak Warog). Gerakan ini diluncurkan langsung oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni di Desa Tugurejo, Sabtu (18/1/2020).

Sapto Djatmiko, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo mengatakan di Ponorogo sendiri sudah ada reboisasi dari berbagai komunitas di Ponorogo dan perorangan yang masif, oleh karena itu Pemerintah hadir untuk mengintregrasi dan berkesinambungan sebagai mitra atas dasar partisipasi masyarakat.

“Gerak Warog ini akan dimulai hari ini dan akan terus berlangsung dari tahun ketahun untuk mengadakan reboisasi di sejumlah titik mata air di Ponorogo,” ungkapnya.

Sapto juga menambahkan Gerak Warog ini akan menyasar minimal 75 titik mata air yang ada di bumi reyog. Gerak Warog ini dalam konsep kerja reboisasi melakukan kemandirian partisipatif dalam hal pengadaan bibit, penanaman, sampai dengan pemeliharaan.

BACA JUGA: Awali 2020, DPRD Ponorogo Sahkah Tiga Perda Sekaligus

“Gerak warog tahun ini pembibitan sendiri 40.000 bibit, belum sumbangan dari individu, komunitas, desa, dan target keberhasilan reboisasi ini minimal 75 persen dari jumlah penanaman,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menuturkan pihaknya mengaku prihatin terhadap konsidi alam yang semakin hari semakin bertambah lahan kering dan sumber air semakin sedikit, kalau kita tidak peduli terhadap kelestarian alam, maka 5 tahun lagi kita akan kekurangan air. Oleh karena itu saya melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk membikin suatu suatu gerakan yang tidak hanya menanam saja, tapi juga sampai pemeliharaan, sehingga kelestarian alam dan terjaganya sumber mata air kita bisa terjaga hingga anak cucu kita kelak.

“Gerak Warog  bukan hanya gerakan penanaman, tapi juga sampai pemeliharaan sehingga kelestarian alam bisa terjaga,” katanya.

Bupati Ipong berharap dengan adanya gerakan ini sampai berlanjutnya hingga tahun ketahun, nantinya di Kabupaten Ponorogo 5 tahun lagi tidak ada kekeringan, dan bisa menjadi lumbung air Provinsi maupun Nasional. Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada individu dan komunitas pencinta kelestarian alam yang telah menjaga kelestarian alam di bumi reyog.

“Insyaallah kalau gerakan ini terus berlanjut, 5 tahun lagi Ponorogo bebas kekeringan,” pungkasnya. (kominfo/kj22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.