Bukalapak Gali dan Realisasikan Potensi Talenta Surabaya Sebagai Kota Digital

oleh

*Resmikan Kantor Research & Development di Surabaya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama CEO dan Founder Bukalapak dan Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin dalam kesempatan peresmian Kantor Research dan Development Bukalapak di Surabaya, Selasa (19/03/2019)

 

SURABAYA, kilasjatim.com: – Bukalapak, salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, meresmikan pembukaan kantor Research & Development Bukalapak di Gedung Graha Pena Extension di Surabaya, Selasa (19/3/2019).

Achmad Zaky, CEO dan Founder Bukalapak dalam sambutannya mengatakan, Bukalapak ingin terus menyebarkan semangat riset dan pengembangan lebih luas lagi ke beberapa daerah, salah satunya Surabaya. Dengan ekspansi ini, berharap Bukalapak dapat menjadi inspirasi serta katalis untuk merealisasikan potensi Surabaya sebagai Kota Pahlawan Digital.

Surabaya memiliki potensi talenta yang sangat besar untuk menjadi Kota Pahlawan Digital. Di Bukalapak sendiri terdapat banyak talenta lulusan dari universitas-universitas Jawa Timur, dimana 52% dari talenta-talenta tersebut berkarya di bidang IT sebagai engineer.

” Saya harap Bukalapak Research & Development di Surabaya ini bisa menjadi wadah untuk arek-arek Suroboyo berkarya dan berinovasi untuk siap bertumbuh menghadapi kompetisi teknologi global,” katanya.

Kantor Research & Development Bukalapak ini merupakan yang pertama di Surabaya setelah sebelumnya didirikan di Bandung akhir tahun lalu. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir meresmikan
pembukaan kantor yang menempati tiga lantai di Gedung Graha Pena Surabaya bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim, Arumi Bachsin.

Menurutnya, berdirinya Bukalapak Research & Development di Surabaya merupakan bagian dari komitmen Bukalapak untuk berperan aktif dalam menciptakan ekosistem riset melalui pengembangan potensi talenta TI Indonesia. Beragam bidang yang menjadi fokus kantor Research & Development Bukalapak di Surabaya, seperti produk, engineering, data, riset, IoT, dan Kecerdasan Buatan, dan diharapkan dapat turut mendukung program e-government yang digiatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Beberapa inovasi kolaborasi Bukalapak dengan pemerintah setempat, seperti portal layanan publik online terintegrasi ‘BukaJatim’ dan Program Kampung Pemasaran Online Blitar merupakan wujud nyata dukungan Bukalapak untuk kesuksesan e-government Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sedang berjalan,” jelas Zaky.

Kantor Research & Development Bukalapak Surabaya mengakomodir lebih dari 250 karyawan. Konsep kantor yang flexible, fun, and agile collaborations, memiliki berbagai fasilitas menarik yang diharapkan dapat semakin memicu kreativitas dan mendorong lahirnya ide-ide baru yang inovatif, seperti fun room, hall, sleeping pods, nursery room dan zen pods.

Selain menjadi ruang kerja, kantor Research & Development Bukalapak juga menjadi wadah dan sarana untuk berbagi ilmu dengan komunitas sekitar guna menciptakan ekosistem digital yang semakin maju dan berkelas global.

“Bukalapak berkomitmen untuk terus merealisasikan potensi Indonesia di bidang teknologi dan ekonomi, demi memberikan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kami akan terus menyebarkan semangat ini agar tercipta ekosistem industri digital secara menyeluruh dengan kualitas SDM yang mengedepankan riset,” ujar Achmad Zaky.

Semenara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap kehadiran Bukalapak bisa mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Jawa Timur untuk terus maju. Pasalnya, sebagian pelaku UKM sudah merasa jenuh dengan marke yang ada.

Bukalapak, menurut Khofifah, bisa memberikan percepatan inovasi yang bisa mengenalkan usaha kecil ke pasar yang lebih besar.

“Saya juga ingin Bukalapak membantu sistem yang saya sebut petik kemas olah jual. Apakah produk pertanian, dan sektor yang lain, bagaimana ini bisa dikuatkan bersama Bukalapak,” kata Khofifah.

Selain itu, gubernur wanita pertama di Jatim ini berharap Bukalapak bisa menjembatani pengenalan produk khas Jawa Timur ke pasar global, contohnya produk umbian porang yang berasal dari Nganjuk. Menurutnya, porang terbaik ada dari Nganjuk. Umbi ini banyak diekspor untuk bahan pembuat tepung.

“Di sini ada komandan dari Nganjuk. Maka saya ingin Mas Achmad Zaky bisa mendorong produksi porang dan menguatkan pasarnya,” harap Khofifah.

Achmad Zaky mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki ratusan tim yang turun ke desa untuk memberid edukasi penguatan UKM. Tim ini turun mengajari UKM agar melek teknologi.

Bukalapak Research and Development di Surabaya ini akan menjadi rumah pengembangan produk UKM, engineering, data internet of thing, and artificial intelligent.

“Harapan kami bisa turut mendukung juga e goverment yang dijalankan Pemprov, misalnya untuk pembayaran pajak, urus KTP yang semuanya bisa diurus cukup di bukalapak,” tandas Zaky. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *