BSI Menguatkan Landasan Masa Depan Di Area Operasi, Perbaikan Heap Leach Pad Capai 63 persen

oleh

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – PT Bumi Suksesindo (BSI) masih bertenggang memperbaiki heap leach yang pernah ambrol beberapa waktu lalu. Mesin-mesin compact terus beroperasi memadatkan tanah, membuat penopang (buttress) untuk alas pelindian (leach pad) yang kokoh.

Menurut Kepala Departemen HLO, Hariadhi Anjar Kusuma, buttress itu berfungsi untuk memperkuat kestabilan lereng pada saat ore ditumpuk lagi di tempat tersebut. Selain itu, tim konstruksi juga memasang Piezometer: instrumen geoteknik untuk mengukur kadar air.

Dengan alat tersebut, kejadian ambrol diharapkan bisa dimitigasi lebih awal. Saat ini, masih tersisa enam alat dari 16 alat yang akan dipasang.

“Perbaikan di heap leach dilakukan dalam beberapa fase dengan memprioritaskan kebutuhan operasional agar proses produksi tetap berjalan dengan lancar,” kata Anjar.

Sementara mesin-mesin menderu, bergerak mengitari pelataran, para pekerja konstruksi tidak mau kalah.
Mereka giat memasang lembar pelapis liner geo-membrane pada bagian pad yang telah padat. Di sisi lain, para pekerja lainnya sedang menyambung pipa-pipa irigasi sekaligus membuat stasiun pompa untuk menyalurkan air ke area heap leach. Pembangunan buttress tersebut berlangsung di area Pad A dan Pad B.

Selain perbaikan di Pad A dan Pad B, perusahaan juga sedang mempercepat pembangunan tempat penampungan cairan lindian: PLS (pregnant leach solution) dan ILS (intermediate leach solution) baru. Secara umum, kegiatan perbaikan tersebut sudah berjalan sesuai dengan rencana produksi yang telah ditargetkan perusahaan.

Yang menjadi tantangan terbesar adalah pada saat musim hujan tiba, sementara kolam PLS dan ILS belum jadi. Dengan keadaan seperti itu, proses recovery gold akan terhambat sebab terdelusi oleh air hujan di area leach pad.

Dalam kondisi sseperti ini, butuh usaha lebih untuk memastikan produksi tetap berjalan sesuai target.Sebagai tambahan, perusahaan juga sedang mengurus izin perluasan leach pad (Pad C).

“Total capaian perbaikan leach pad sudah mencapai 63 persen,”imbuh Anjar.

Sementara itu, proyek underground masih pada tahapan pra-studi kelayakan. Para pekerja masih mengambil sampel-sampel untuk dianalisis. Pengeboran dilakukan dengan kedalaman berbeda-beda hingga kedalaman maksimal 1000 meter.

Dengan kegiatan ini diharapkan segera terkonfirmasi kandungan mineral, khususnya emas dan tembaga, di bawah tanah.

“Kalau dihitung sampai start produksi, proyek underground masih 20 persen,” kata Porphyry Study Project Geologist BSI, M. Hafid Rahadi.

Hafid melanjutkan, kondisi batuan yang lunak di bawah tanah menjadi kendala utama yang menghambat laju perkembangan proyek.

“Sejauh ini masih on the track. Namun, ada kemungkinan rentang waktu perkembangan proyek bisa lebih panjang dari rencana. Pasalnya, target dibuat berdasarkan proyek yang batuannya lebih keras sedangkan di Tumpang Pitu sangat lunak,” jelasnya..

Panjang terowongan saat ini telah mencapai 1800 meter. Kegiatan pembuatan terowongan telah dihentikan sejak pertengahan 2020. Sesuai rencana, penambahan kedalaman terowongan akan dilanjutkan lagi tahun depan dengan syarat data yang dibutuhkan di kedalaman saat ini telah mencukupi. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *