Bromo Tutup Dua Kali Akhir Tahun untuk Hormati Ritual Tengger

oleh -516 Dilihat
(Foto: Dok Kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Malang – Aktivitas wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan ditutup dua kali untuk menghormati pelaksanaan ritual adat Megeng atau Pati Geni Wulan Kapitu, tradisi masyarakat Tengger yang digelar setiap tahun.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyebut penutupan dilakukan berdasarkan surat dari Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger. “Penutupan ini terkait upacara tradisi Megeng atau Pati Geni Wulan Kapitu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/11/2025).

Penutupan pertama berlangsung pada 18 Desember 2025 pukul 15.00 WIB hingga 19 Desember 2025 pukul 23.59 WIB, bertepatan dengan awal Wulan Kapitu dalam penanggalan Tengger. Kawasan Bromo kembali dibuka pada 20 Desember pukul 00.01 WIB.
Penutupan kedua digelar pada 17 Januari 2026 pukul 15.00 WIB hingga 18 Januari 2026 pukul 23.59 WIB, menandai akhir Wulan Kapitu, dan dibuka kembali pada 19 Januari pukul 00.01 WIB.

Selama penutupan, kendaraan bermotor hanya dapat melintas hingga batas tertentu:

Dari Pasuruan sampai Desa Wonokitri, Tosari

Dari Malang–Lumajang sampai Jemplang (Ngadas)

Dari Probolinggo sampai Desa Wonokerto, Sukapura

Selain pembatasan akses, seluruh aktivitas wisata — termasuk hotel, homestay, dan fasilitas umum — dilarang menyalakan lampu, beraktivitas di luar rumah, atau melakukan kegiatan yang menciptakan keramaian. Larangan ini berlaku pada awal dan akhir ritual.

Pengunjung yang tetap ingin berwisata diarahkan ke destinasi alternatif. “Wisatawan bisa menuju Ranu Regulo atau pendakian Ranu Kumbolo melalui pintu masuk Malang dan Lumajang,” kata Rudijanta.

Sepanjang Wulan Kapitu, 18 Desember 2025 hingga 18 Januari 2026, masyarakat adat Tengger juga diminta tidak mengadakan pertunjukan, menyalakan sound system, petasan, atau kegiatan ramai lainnya, baik di ruang publik maupun rumah pribadi.

Baca Juga :  Aktivitas Semeru Meningkat, PVMBG Imbau Warga Waspada Awan Panas dan Lahar

Tradisi Megeng dikenal sebagai masa hening dan penyucian bagi masyarakat Tengger, sehingga penghormatan terhadap ketenangan menjadi bagian penting dari pelaksanaannya.(cit)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.