Bisnis Ritel Tetap Beroperasi Aprindo Pastikan Patuhi Instruksi Pemerintah

oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya –
Berkaitan dengan pandemi virus Corona ini, Asosiasi  Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan keprihatinannya. Untuk tetap menjaga stabilitas kebutuhan sehari hari masyarakat, industri retail di Jawa Timur (Jatim) pastikan tetap beroperasi melayani konsumen.

Berkaitan dg tanggap darurat corona ini APRINDO sudah menghimbau kepada semua anggota utk melakukan tindakan dalam perlindungan kepada karyawan dan customer agar senantiasa meningkatkankewaspadaannya dengan melindungi diri para karyawannya maupun terhadap konsumen.

April Wahyu Widarti, Koordinator Wilayah Timur 1 Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), mengatakan, aksi tanggap darurat corona Aprindo sudah mengimbau kepada semua anggota untuk melakukan tindakan dalam perlindungan kepada karyawan dan customer. Dan sudah sesuai dengan protap ritel.

“Protap yang diterapkan pada karyawan mulai dari melakukan pengecekan suhu kepada semua karyawan internal external dan tamu yang masuk lewat pintu karyawan yang dilengkapi logbook Untuk monitoring,” ujar April di Surabaya Kamis (26/03/2020)

Selain itu di setiap gerai wajib menyediakan tempat cuci tangan dengan perlengkapan sabun cuci dan air mengalir. Serta melakukan sanitasi rutin di semua peralatan kerja dan semua property karyawan, seperti laci, loker, musola, kamar mandi dan lainnya.

“Khusus bagi karyawan dibagikan vitamin dan mengatur jam istirahat agar tidak terjadi penumpukan di kantin. Mengatur jarak di musola dan tempat duduk kantin, serta elengkapi hand sanitizer di dalam kantor,” jelas April.

Sedangkan bagi customer, ritel menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan di area entrance customer dilengkapi sabun dan air mengalir. Informasi informasi terkait virus Corona . Membuat jarak antrian antara 1,2 – 2 meter. Melakukan pengecekan suhu terhadap customer, menyediakan ruang isolasi sementara untuk customer yang suhu badannya diatas 37 C dan melakukan sanitasi di keranjang dan troly customer.

“Untuk poin poin diatas anggota sudah melaksanakannya ada yg 100 persen ada juga yg sedang berprogress,” imbuh April.

Terkait permintaan konsumen terhadap barang, saat ini pihaknya melakukan maksimal dalam penyediaan. Tapi banyak kendala di lapangan yang membuat stok produk tersebut kosong.

“Saat ini supplier chemical hand sanitizer banyak yang berkurang stoknya menipis. Masker yang hilang dari pasaran. Ini yang membuat kami tidak bisa menyediakan produk itu kepada konsumen,” ungkap April.

Sementara untuk produk sembako, saat ini stok masih ada dan beberapa memang ada yang mengalami stok kosong. Yaitu gula pasir.
Diakui April, saat ini menjelang Ramadan dan Lebaran, kebutuhan gula pasir di konsumen cukup tinggi.

“Tapi karena stok terbatas, ditambah dengan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah, artinya kita paham dengan situasi saat ini. Kita lakukan pembatasan yg wajar yang dan customer juga tidak kecewa.Karena saat ini juga semua sedang dilanda keresahan dan was was. Sehingga jangan sampai ketika belanja customer merasa kecewa lagi. Tentunya Riteler paham dan tahu mana end user mana yang spekulan,” papar April. (kj2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *