Biro Kesos Akan Rumuskan Komite Bersama Untuk Dukung Konsep Gubernur

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Kepala Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos) Setdaprov Jatim, Hudiyono menanggapi positif gagasan Gubernur Jatim Soekarwo tentang korelasi peningkatan produktifitas memposisikan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor yang sangat penting.

Dengan penguatan sumber daya manusia diharapkan dapat mendongkrak produktifitas dan berimplikasi pada daya saing suatu bangsa. Pernyataan gubernur tersebut, disampaikan dalam orasi ilmiahnya di acara penganugerahan kehormatan Doktor Honoris Causa di Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (27/12/2018).

“Dalam tataran konsep teoritis maupun praktis, pak gubernur telah berhasil melaksanakan pendidikan vokasi untuk penguatan daya saing. Efek positifnya juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, menekan angka pengangguran dan memperkecil angka kemiskinan,” katanya di Surabaya, Sabtu (28/12/2018).

Menurut Hudiyono, model kebijakan ini harus disambut dengan langkah-langkah kongkrit dalam implementasinya. Di antaranya, melalui link and match pendidikan vokasi dengan industri. Dalam hal ini, gubernur telah memaparkan tentang tiga prinsip utama, yakni vokasional, edukasi dan training.

Untuk mengoptimalkannya, diperlukan dukungan berbagai OPD di bawah naungan Pemprov yang saling terkait. Karena itu, diperlukan semacam majelis atau komite bersama yang berisi akademisi, praktisi dan pemerintah lintas sektoral untuk mendukung revitalisasi SMK.

“Biro Kesos akan merumuskan komite bersama itu untuk mendukung konsep Pak gubernur terkait penguatan sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Hudiyono.

Untuk mencapai itu, Hudiyono menyebut gubernur telah menggencarkan program link and match pendidikan vokasi dengan dunia industri. Secara praktis, hal itu dilakukan dengan penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri, pemagangan di industri, dan faktor-faktor lain yang mendukung. Seperti sarana-prasarana, pendanaan, maupun sistem pembelajaran.

“Gelar kehormatan yang melekat pada gubernur Jatim menjadi tanda keberhasilannya dalam meningkatkan daya saing melalui pendidikan vokasi, atau penguatan skill SDM dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Hudiyono. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *