Berubah Nama Jadi Semen Dynamix Perkuat Pasar di Segmen Ritel

oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya –
PT Solusi Bangun Indonesia, produsen Semen Dynamix (sebelumnya Holcim) mengincar pasar ritel di Jawa Timur. Salah satu upaya dilakukan dengan mengambil langkah strategis yakni mengajak para pemilik toko bahan bangunan untuk mengenal Dynamix lewat acara Retailer Gathering di Vasa Hotel Surabaya Rabu (13/11/2019).

Giri Prabowo, Sales Grup Head PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, mengatakan, market share Semen Indonesia di Jawa Timur sangat dominan di angka 72 persen. Sedangkan PT SBI hanya berada di angka 13 persen.

“Target kami memang lebih banyak ke ritel. Kebanyakan semen serbaguna untuk perumahan dan sebagainya. Konsentrasi Dynamix di retail 80 persen
dan menyasar seluruh pelosok negeri. Kontribusi Jatim terhadap penjualan secara nasional 13 persen,” ujar Giri di sela acara  didampingi Herman Rinaldi
Regional  Sales Manager Eastjava dan Eastern Indonesia PT Solusi Bangun Indonesia .

Diakui memang pasar properti sedang kurang bergairah, tapi di Jawa Timur, pertumbuhan diyakini tetap bagus dan merata di berbagai area.

“Infrastruktur yang terbangun, seperti tol dan sebagainya itu juga berdampak pada sektor properti. Madiun, Mojokerto, Jombang, Probolinggo, dan sebagainya, pasar properti cukup bagus,” jelasnya.

Giri Prabowo, Sales Grup Head PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, 

Dengan kondisi itu, pihaknya yakin bisa terus tumbuh. Kendati hanya bermain di ritel dan tidak menyasar proyek-proyek besar karena sudah dikuasai induk perusahaannya.

Di Jawa Timur, PT SBI punya 21 ritel distributor aktif yang melayani hampir sekitar 4.000 toko bangunan. Pasarnya bukan hanya Surabaya dan Sidoarjo, tapi juga merata di semua area.

Disinggung pergantian nama dari Holcim menjadi Dynamix Giri optimis tidak akan berpengaruh terhadap pasar. Secara kualitas, komitmen, dan sebagainya, diyakinkan tetap sama. Bahkan sejak bersinergi dengan Semen Indonesia menunjukkan kenaikan pendapatan sebesar 2,23 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Sejak bergabung dengan Semen Indonesia pada bulan Februari 2019, meskipun pasar masih mengalami tekanan karena kelebihan pasokan, SBI terus memperbaiki kinerja keuangan perusahaan dengan memperkecil kerugian secara bertahap, hingga pada akhir September berhasil kembali mencatatkan laba.

Sinergi dengan Semen Indonesia mendorong kenaikan volume penjualan SBI sebesar 2.27 persen dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar 2,23 persen menjadi Rp7,7 triliun, dari sebelumnya Rp7,6 triliun pada periode yang sama tahun 2018. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *