Belum Sesuai Target, PAD 2023 Kota Madiun Hanya Mencapai Rp 255 M

oleh -622 Dilihat

KILASJATIM.COM, Madiun – Kota Madiun telah mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2023. Prosesi penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan predikat WTP diberikan pada 28 Maret 2024 lalu.

Kendati begitu, pembahasan terkait petanggungjawaban pelaksanaan APBD selama tahun anggaran 2023 tersebut wajib tetap dilaksanakan. Karenanya, pembahasan dengan DPRD Kota Madiun pun mengemuka melalui rapat paripurna.

Sidang paripurna dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Wali Kota Madiun atas Raperda Kota Madiun tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran (TA) 2023 tersebut berlangsung di Gedung DPRD Kota Madiun, Senin (13/5).

Berbagai hal mengemuka dalam nota keuangan wali kota tersebut. Mulai laporan realisasi anggaran (LRA), laporan perubahan saldo anggaran lebih (LPSAL), neraca, laporan operasional (LO), laporan arus kas (LAK), laporan perubahan ekuitas (LPE), dan catatan atas laporan keuangan (CaLK) beserta lampirannya.

Dalam laporan tersebut juga disampaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2023 yang mencapai Rp 255 Miliar lebih atau sebesar 97,61 persen dari target. PAD Kota Madiun 2023 memang ditarget sebesar Rp 261 miliar lebih. Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto menyebut belum tercapainya PAD sesuai target tersebut dikarenakan berbagai hal.

‘’Salah satunya target PAD kita untuk 2023 termasuk tinggi. Tetapi ini kita berupaya lagi,’’ kata Pj Wali Kota Eddy usai rapat paripurna.

Berbagai upaya pun mulai dilakukan. Di antaranya menarik investor. Di Kota Madiun sudah sangat menarik saat ini. Pemerintah bakal terus meramaikan. Salah satunya, dengan event-event. Hal itu diharapkan menggeliatkan perekonomian daerah hingga berujung pada peningkatan PAD.

Baca Juga :  LPEI Dukung Tingkatan Ekspor Dengan Pendampingan ke IKM

‘’Selain itu kita juga akan berupaya menarik anggaran dari dana bagi hasil baik dari pusat maupun provinsi sehingga meningkatkan APBD kita,’’ pungkasnya. (bkj)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.