BeeJay Chef Flagship Store. Produsen Ikan  Olahan  Perluas Pasar, Buka Di Surabaya 

oleh

Juda Mangitung Direktur Operasional BeeJay Seafood di acara peresmian BeeJay Chef Flagship di Pondok Nirwana Kedung Baruk Surabaya, Jumat (12/11/2021)

KILASJATIM.COM, Surabaya –
Produsen makanan olahan berbahan dasar ikan,  BeeJay Chef Flagship Store, mengembangkan sayap memperluas pasar dengan membuka cabang di Surabaya. Surabaya merupakan cabang ke dua setelah Probolinggo.

Juda Mangitung, Direktur Operasional BeeJay Seafood mengatakan, Surabaya dipilih karena sebagai ibukota Jawa Timur dan pintu masuk untuk mengembangkan bisnis hingga menyasar daerah daerah lainnya.

“Potensi Surabaya cukup besar, untuk pengembangan usaha lini bisnis kami yang sekarang ini dalam bentuk makanan olahan berbahan dasar ikan, harapannya konsumen akan mudah mendapatkan produk tersebut,” ujar Juda dalam launching BeeJay Chef di Pondok Nirwana Kedung Baruk Surabaya Jumat (12/11/2021).

BeeJay Chef awalnya produk ikan filet untuk memenuhi pasar ekspor.  Produksi di Mayangan Tanjung Tembaga Barat dengan kapasitas  15 ton per bulan untuk pasar domestik dan pasar ekspor rata rata  40 – 50 ton dengan negara tujuan  Australia dan Malaysia. Rencana
akan menembus pasar Eropa .

Jika pada akhirnya  merambah ke bisnis makanan olahan dimulai sejak 2020,  di saat pandemi Corona mewabah dan Pemerintah mulai menerapkan  new normal di Maret 2020.

Dikatakan Juda, pandemi membuka kita  bahwa produk Frozen trend permintaan pasar sangat tinggi hingga 20 persen.

“Dari situasi tersebut kami  memutuskan untuk mulai serius menggarap pasar retail. Yang dibutuhkan  untuk ekspor hanya  daging ikan dalam bentuk filet sedangkan bagian ikan lainnya daripada terbuang percuma, maka kami menjadikannya  sebagai makanan olahan.   Tim branding mulai dibentuk, proses brainstorming dimulai hingga akhirnya muncul tagline #dariikan sebagai identitas utama produk BeeJay Chef,” paparnya.

Namun untuk BeeJay Chef sebagai pemain baru secara brand masih belum bisa mengunduh panen. Dan pasarnya.masih sebatas di ritel.modern yakni di transmart juga pemasaran secara digital masuk ke shopee, Tokopedia dan lainnya.

Pada  14 Oktober 2020, di tengah situasi pandemi corona yang belum membaik, produk BeeJay Chef resmi diluncurkan dalam kemasan 250 gram dan 500 gram sebagai solusi ketersediaan protein ikan di setiap meja keluarga Indonesia.

BeeJay Chef merupakan produk premium dengan bahan baku Ikan  asli dan batasi penggunaan MSG . Target sasaran pasar orang tuanya yang ingin anaknya aman makan ikan olahan. BeeJay hadir dengan 817 varian mayoritas Ikan kakap dan keluarga kakap lainnya.

“Hari yang sama sekaligus peresmian pembukaan. beeJay Chef Flagship Store pertama di Probolinggo,” urainya.

BeeJay Chef berawal dari proyek uji coba, diinisiasi  Juda Mangitung setelah lulus kuliah dari Fakultas Teknologi Pangan Universitas Brawijaya. Dimulai dengan sederhana, karena dikerjakan di halaman belakang rumah selama 2 tahun, sejak 2004 sampai 2006. Wilayah pemasarannya pun terbatas di beberapa toko di wilayah Kota Surabaya.

Baru pada tahun 2008, BeeJay Chef mendapatkan kesempatannya untuk unjuk gigi. Resep mulai disempurnakan ulang, pengurusan ijin BPOM mulai berjalan dan mendapatkan fasilitas produksi di pabrik BeeJay Seafoods, CV.

Kali ini, BeeJay Chef didesain sebagai produk yang menyasar segmen HORECA (Hotel, Restaurant, Cafe) dan food service, dikemas dalam kemasan 1 kilogram. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *