BAZNAS Jatim Berkomitmen Bantu Atasi Problem Sosial Masyarakat

oleh
Simposium Rapat Kerja Daerah BAZNAS Jatim di Kota Batu, 21-23 November 2019. (Foto : Dok. BAZNAS Jatim).

KILASJATIM.COM, Batu – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar simposium dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang berlangsung di Kota Batu, 21-23 November 2019. Kegiatan ini diikuti pengurus BAZNAS Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Jatim serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Jatim serta unit pengumpul lainnya.

Rakerda menyepakati program BAZNAS di tahun 2020 yang menitikberatkan pada  upaya membantu mengatasi masalah sosial dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama kaum dhuafa di Jawa Timur dengan melakukan sinergi bersama diantara stakeholder yang ada. Selain itu, merealisasikan program kerja yang telah disepakati maka diperlukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan kinerja organisasi melalui penyiapan sumber daya manusia yang memadai serta pengawasan organisasi.

Kepala Pelaksana BAZNAS Jatim, Benny Nur Miftahul Ulum mengatakan, Rakerda yang diawali dengan simposium ini juga diisi penyampaian pemaparan dari beberapa narasumber yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, sekaligus sumber daya manusia yang mengelola organisasi sehingga tercapai kinerja dalam merealisasikan program kerja sesuai dengan tata kelola organisasi.

BAZNAS adalah badan publik yang memberikan pelayanan kepada publik dalam pengelolaan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS), sedang untuk pengawasan organisasi dilakukan audit. Dari hasil diskusi para peserta dan dituangkan dalam sidang pleno, menghasilkan beberapa kesepakatan yang dijadikan program kerja serta rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta OPD.

BACA JUGA: Baznas Kota Batu Sosialisasi Optimalkan Pengelolaan Zakat

Diantara program kerja mendatang adalah sinergi antara BAZNAS Provinsi serta Kabupaten dan Kota untuk lebih fokus upaya menggarap masalah sosial di daerah masing-masing dan akan membuat program pilot project peningkatan kesejahteraan pengentasan kemiskinan terutama didaerah yang rawan penggerusan aqidah karena faktor kemiskinan seperti di daerah Kediri.

“Dari hasil Rakerda ini disepakati peningkatan kapasitas organisasi, kualitas sumber daya manusia dan kinerja kelembagaan termasuk pengawasan melalui audit, sedang program kerja BAZNAS komitmen membantu mengatasi masalah sosial melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur baik melalui program Jatim Cerdas atau Jatim Makmur juga program yang sudah ada,” terang H. Benny, Minggu (24/11).

Dikatakannya, masalah sosial yang perlu digarap bersama adalah stunting atau gizi buruk pada anak, pemaparan narasumber dari Dinas Kesehatan Prov Jatim menerangkan angka kurang gizi pada anak di Jatim masih tinggi. Mengatasi hal itu, BAZNAS berupanya melakukan kegiatan preventif, yaitu bantuan peningkatan pemberian gizi anak dari keluarga dhuafa sedangkan tindakan kuratifnya adalah pengobatan bagi anak kurang gizi yang berasal dari keluarga miskin.

Selain itu membantu program fasilitas mandi cuci dan kakus jambanisasi terutama di kampung-kampung rumah dari keluarga tidak mampu dalam menjaga kesehatan lingkungan, program sanitasi dan penyediaan air bersih.

BACA JUGA: Gandeng Rumah Zakat dan BAZNAS, GO-TIX Ajak Pengguna Berbagi Kebahagiaan Bersama Ribuan Anak Yatim dan Dhuafa

“BAZNAS juga turut menurunkan angka stunting di Jatim baik melalui program preventif dengan memberikan bantuan peningkatan kecukupan gizi pada anak serta fasilitas kesehatan berupa pengadaan MCK dan air bersih di daerah miskin serta tindakan kuratifnya yaitu bantuan pengobatan bagi kaum dhuafa,” urainya.

Sedangkan dalam upaya meningkatkan pengumpulan dana ZIS rekomendasi dari hasil Rakerda BAZNAS ini, yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota melalui Gubernur, Bupati dan Walikota di Jatim untuk menginstruksikan agar menyerahkan ZISnya melalui BAZNAS.

Potensi dana ZIS dari ASN-PNS ini sangat besar di Jatim dan itu bisa diserahkan melalui unit pengumpul ZIS di setiap OPD yang ada. “Kepala OPD dan pejabat struktural dibawanya bisa menjadi tauladan bagi stafnya karena budaya paternalistik itu masih cukup melekat baik di lingkungan kerja maupun masyarakat,” tandas pria yang membesarkan BAZNAS Jatim ini. (kominfo/kj9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *