Bawah Tanah Kedai Melawan Lupa

oleh -649 Dilihat

Foto: Tqi

KILASJATIM.COM, Malang – Kedai Bawah. Tanah adalah tempat ngopi dan berdiskusi yang enak. Tempatnya di PenaHitam Art space, berada di lantai dasar dibalik lemari buku. Sebuah ruang yang menarik.

Sore itu sedang ada diskusi RUU Pekerja Rumah Tangga, diikuti puluhan mahasiswa dan aktivis muda. Sambil menikmati makanan dan minuman yang ada si sudut ruang.

Diskusi yang menarik dan nama-nama menu yang tak kalah menarik. Seperti Es cokelat Wiji Thukul, kopi tubruk Tan Malaka, kopi susu Pramoedya, es Purple Haze 1312.

Untuk menu makanan, ada nasi gurih Kalinyamat, nasi goreng Calon Arang dan nasi goreng Marsinah serta menu khas kedai kopi lain.

Petang itu saya mencoba es Purple Haze 1312, sebuah minuman menyegarkan gabungan soda, bunga telang dan jeruk nipis. Sengaja saya memilih ini, sebab ada angka 1312 yang menjadi akrab di mata pasca peristiwa Stadion Kanjuruhan 1 Oktober 2022, yang merenggut ratusan nyama suporter Arema.

“Nama-nama menu ini sengaja saya pilih, sebagai pengingat tokoh ini pernah ada. Dengan memancing pembeli untuk bertanya,” kata Bang Eman barista dan chef yang bertanggung jawab atas kedai Bawah Tanah, Kamis (9/5/2024).

Menurut pria asal Jawa Barat yang gemar merantau, ia sengaja menamai menu dengan nama orang-orang hebat yang dikagumi. Seperti nasi goreng Marsinah yang dibuat pedas. Agar pengunjung turut merasakan pedasnya siksaan yang dialami Marsinah, melalui olahan nasi goreng dan campuran cabe.

Begitu pula dengan nama nasi goreng Calon Arang. Ia menilai selama ini ada ketidak adilan yang dialami sosok Calon Arang. Dimana ia hanya seorang perempuan yang ingin bertahan hidup dengan putrinya tetapi terus diganggu keamanannya.

Baca Juga :  Mahasiswi yang Tewas Loncat Itu Ternyata Sudah Keluar dari UB Malang karena Depresi

“Stigma orang sudah melekat dengan ilmu hitam pada Calon Arang, sebenarnya tidak demikian. Saya ingin orang tahu tentang cerita itu, menggali bersama ada apa dibalik kejadian yang sebenarnya, kita buka ruang diskusi,” ungkapnya.

Begitu pula dengan Ratu Kalinyamat seorang panglima perang asal Jepara yang berani menyerang Portugis di masanya. Begitu pula dengan es cokelat Wiji Thukul, seorang pemberani dengan puisinya, penyair itu berani melawan kekuasaan Orde Baru, yang membuatnya hilang atau dibunuh oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Sebenarnya ini bukan perlawanan, tapi melawan lupa. Sekaligus mengenalkan pada anak muda jika ada orang-orang hebat yang harus kalian kenal. Sebenarnya saya pengen ngasih nama Munir juga di menu, tapi tidak enak dengan istrinya,” ceritanya sambil tersenyum.

Ya, PenaHitam dengan ruang Bawah.Tanah nya memberi ruang pada siapa saya untuk terus belajar, menulis, berpuisi, menggambar, bermusik dan berdiskusi tentang apa saja. Di sana kita bisa melihat dan membeli karya mereka dalam galeri yang ada. (tqi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.