BATA Optimis Dibukanya Sistim Pembelajaran Tatap Muka akan Meningkatkan Profit

oleh -49 Dilihat

KILASJATIM. COM, Jakarta – PT Sepatu Bata Tbk (Bata ku) optimistis kondisi ekonomi yang membaik paska pandemi covid 19 yang terjadi selama  dua tahun terakhir akan membuat emiten produsen sepatu tersebut bisa kembali meraih laba bersih.

Direktur Bata, Hatta Tutuko mengatakan,  pada tahun 2020 dan 2021, hampir semua industri mengalami kontraksi penjualan. Pandemi Covid-19 telah membuat pembatasan mobilitas sosial dan aktvitas ekonomi.

“Kecuali industri kesehatan, hampir semua industri di berbagai sektor mengalami kontraksi penjualan. Demikian pula yang dialami Bata  ikut mengalami kerugian ” kata Hatta dalam  public expose , Kamis (21/7).

Pada 2019 Bata masih membukukan penjualan yang bagus dan laba bersih yang baik. Namun begitu memasuki tahun 2020, kinerja keuagan Bata  langsung terjun bebas.

“Ketika itu, Bata  meraih penjualan sebesar Rp459,58 miliar dan menderita kerugian Rp177,76 miliar. Memasuki tahun 2021 kami meraih penjualan sebesar Rp438,48 miliar dan masih mengalami kerugian Rp51,23 miliar. Jadi kerugian tahun lalu sudah berkurang banyak dibanding 2020,” jelas Hatta.

Namun demikian Hatta optimis kinerja bisnis perusahaan akan lebih baik pada tahun ini. Penyebaran Covid-19 sudah jauh menurun. Aktivitas ekonomi dan mobilitas sudah kembali meningkat.

“Sekolah sekolah sudah mulai kembali belajar tatap muka. Kami meyakini kinerja penjualan akan semakin baik dan bisa kembali meraih profit tahun ini,” paparnya seraya menegaskan perseroan belum berencana membuka gerai sepatu Bata yang baru saat ini.

Bata masih akan berfokus mengembalikan kinerja penjualan kembali seperti tahun 2019 saat belum terjadi pandemi Covid-19.
“Saat ini perusahaan masih berusaha memperbaiki supaya seperti sebelum pandemi terlebih dahulu,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama
Direktur Marketing Bata, Susan Amien mengatakan perseoran memiliki beberapa strategi untuk memperbaiki kinerja penjualan. Selain meluncurkan beberapa produk baru, Bata juga memiliki program berupa Program Kerjasama Bata

Melalui program ini, Bata  mengandeng orang-orang yang berminat berinvestasi membuka usaha toko dengan berjualan sepatu Bata.

“Ini akan memberikan keuntungan lebih dari 20% atas investasi yang dikeluarkan,” jelas Susan seraya menambahkan investor yang membuka toko akan dibantu oleh tim operasional toko dari pihak Bata yang sudah berpengalaman.

“Selain itu, investor bersangkutan bisa mendapat fasilitas pemasaran dan iklan atas produk nasional secara gratis,” jelasnya.

Momen dibukanya kembali sekolah tahun ini dan perayaan Idulfitri memberikan  kontribusi penjualan sepatu Bata mengalami peningkatan penjualan 30 persen hingga 40 persen dibandingkan dengan penjualan di periode yang sama tahun lalu.

“Sampai dengan Juni kemarin dibandingkan dengan 2021 itu penjualan kita lebih tinggi 30 persen sampai 40 persen di atas 2021. Itu pertanda baik kita dapat bekembang di pasar kita di Indonesia,” kata Hatta.

Tahun ini, Bata sendiri juga berencana akan banyak memproduksi sepatu berjenis sneaker.  Permintaan sepatu berjenis sneaker 50% lebih tinggi dibandingkan dengan kategori sepatu lain yang ada. Pihaknya mengandalkan produk sepatu sneakers ini melalui merk Bubble Gummers dan Northstar.

Pihaknya juga akan mengedepankan produksi sepatu anak dan sepatu comfit yang mengedepankan kenyamanan.  Lini sepatu khusus wanita Marie Claire juga telah berhasil menyumbang 10% pendapatan dari total pendapatan yang ada di 2021. Bata lebih memfokuskan diri untuk melakukan investasi pada penjualan online, menyediakan sistem online dan melakukan renovasi pada toko-toko eksistingnya.

“Realisasi modal kinerja kami fokusnya adalah investasi ke penjualan digital, sisten onlainnya. Kami ingin lebih fokus pada penjualan secara digital. Investasi kami di digital juga cukup besar, yakni di atas Rp20 miliar. Kami juga tidak lakukan ekspansi toko, tapi renovasi untuk memberikan ambience baru,” pungkas Susan. (kj2)

No More Posts Available.

No more pages to load.