Bank Jatim Bersama Sektor Perbankan Jawa Timur Gelar Vaksinasi Selama 3 Hari

oleh

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) bersama Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur menggelar vaksinasi untuk masyarakat umum yang berlangsung selama 3 (tiga) hari di Convention Hall, Grand City Convex Surabaya.

KILASJATIM.COM, Surabaya –
Program Vaksinasi terus digencarkan oleh Pemerintah guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Sebagai salah satu bentuk dukungan dalam mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) bersama Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur menggelar vaksinasi untuk masyarakat umum yang berlangsung selama 3 (tiga) hari di Convention Hall, Grand City Convex Surabaya. Kegiatan vaksinasi diikuti oleh kurang lebih 30.000 peserta yang tersebar di wilayah Kota Surabaya dari tanggal 22 – 24 Juli 2021.

Dalam wawancaranya, Direktur Utama bankjatim Busrul Iman yang ditunjuk sebagai ketua pelaksanaan kegiatan vaksin, berharap vaksinasi ini dapat meminimalisir dan mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Dengan kegiatan vaksin tersebut kami berharap dapat membentuk kekebalan tubuh (herd immunity) pada masyarakat, sehingga meminimalisir penyebaran virus covid-19,” ujar Busrul, Kamis (22/07/2021).

Busrul Iman juga mengimbau kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi untuk tetap menjaga 5M protokol kesehatan.

“Meski telah mendapat vaksinasi, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi potokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas,’ jelasnya.

Bankjatim sendiri melalui jaringan kantor yang tersebar di wilayah Jawa Timur, Jakarta, dan Batam mengimbau kepada para nasabah dan masyarakat umum untuk mengikuti dan mensukseskan program vaksinasi yang diadakan oleh pemerintah daerah setempat.

Seremonial program vaksinasi duhadiri secara langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Kantor OJK Regional IV Jawa Timur Bambang Mukti Riyadi, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, serta Direktur Utama bankjatim Busrul Iman dan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi .

Dalam sambutannya, Bambang Mukti Riyadi menyampaikan, OJK akan terus mendukung percepatan vaksinasi karena hal ini merupakan faktor kunci untuk menciptakan herd immunity dan faktor kunci kebangkitan dan pemulihan ekonomi kedepan.

“Program Vaksinasi ini merupakan wujud nyata kami bersama Bank Indonesia dan Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur untuk mewujudkan Pemulihan Ekonomi kedepan” jelas Bambang.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah berharap melalui program vaksinasi ini , Jawa Timur dapat mempercepat target vaksinasi sehingga Jawa Timur bisa cepat bangkit dan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian Jawa Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa sejak program vaksinasi digulirkan pada Januari yang lalu sampai dengan saat ini, Jawa Timur selalu menduduki peringkat tertinggi vaksinasi.

“Alhamdulillah berdasarkan dashboard Kementerian Kesehatan, vaksinasi di Jawa Timur secara penggunaan dosis selalu tertinggi, hal ini dikarenakan sinergitas dan semangat antara stake holder di Jawa Timur yang tinggi, selain itu kesadaran masyarakat di Jawa Timur akan pentingnya vaksinasi juga sangat tinggi sehingga Jawa Timur mampu menduduki peringkat pertama,” terang Khofifah seraya mengucapkan terimakasih kepada OJK dan seluruh pelaku Industri Jasa Keuangan atas sinergitas yang dibangun sehingga dapat terlaksana program vaksinasi ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso yang hadir secara virtual menyampaikan, bahwa vaksin adalah salah satu upaya kita untuk mencapai herd immunity. Sesuai imbauan dari World Healthy Organization, dikatakan mencapai herd immunity jika program vaksinasi telah mencapai sebesar 70% dari jumlah populasi.

“Kami menyambut baik upaya sektor jasa keuangan di Jawa Timur yang telah mengadakan program vaksinasi sehingga dapat mempercepat terciptanya herd immunity di masyarakat. Selain program vaksinasi, masyarakat juga wajib untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mematuhi 5M,” papar Wimboh. (kj2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *