Banjir di Jember Mulai Surut, BPBD Catat Lebih dari 1.200 KK Terdampak

oleh -6250 Dilihat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember meninjau lokasi yang terdampak banjir luapan sungai. Foto: BPBD Jember

KILASJATIM.COM, Jember – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memastikan kondisi banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah kini mulai berangsur surut, Selasa (16/12/2025). Pemantauan intensif telah dilakukan sejak Senin (15/12/2025) siang hingga dini hari, termasuk bersama Bupati Jember yang turun langsung ke lokasi terdampak.

Kepala BPBD Jember, Indra Tri Purnomo, mengatakan hampir seluruh aliran sungai di wilayah Jember saat ini telah kembali ke kondisi normal. Luapan air sungai yang sebelumnya terjadi dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin siang.

“Luapan sungai sempat terjadi di hampir semua aliran sungai di kawasan Jember. Namun, tidak semuanya berdampak langsung ke permukiman,” kata Indra kepada RRI Jember.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jember, hujan yang terjadi sejak pukul 11.00 WIB menyebabkan luapan di sejumlah sungai besar, antara lain Sungai Bedadung, Jompo, Mayang, Gila, Dinoyo, dan Kalijompo. Selain banjir, bencana hidrometeorologi tersebut juga memicu longsor serta pohon tumbang di beberapa kecamatan.

Wilayah terdampak banjir tersebar di Kecamatan Patrang, Kaliwates, Sumbersari, Pakusari, Rambipuji, Kalisat, hingga Ledokombo. Sementara itu, warga terdampak luapan Sungai Bedadung tercatat mencapai lebih dari 1.200 kepala keluarga, termasuk kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil.

“Sampai saat ini kami masih melakukan asesmen terkait jumlah rumah terdampak dan besaran kerugian. Ke depan akan kami koordinasikan dengan OPD terkait untuk upaya pencegahan banjir,” ujarnya.

BPBD mencatat dampak terparah terjadi di kawasan bantaran Sungai Bedadung dan Sungai Jompo. Beberapa wilayah mengalami genangan air setinggi lebih dari satu meter. Bahkan, dua rumah dilaporkan hanyut akibat derasnya arus sungai. Meski demikian, hingga Selasa pagi tidak terdapat laporan korban jiwa.

Baca Juga :  Kapolres Gresik Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Banjir terjadi pada sore hari sehingga warga masih beraktivitas dan dapat mengantisipasi secara mandiri,” kata Indra.

Dalam penanganan darurat, BPBD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum di sejumlah lokasi, di antaranya Perumahan Villa Indah Tegal Besar dan wilayah Nogosari. Namun demikian, sebagian besar warga memilih mengungsi ke rumah kerabat, tetangga, atau masjid terdekat.

BPBD Jember mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami juga mengingatkan agar tidak ada lagi pembangunan rumah di bantaran sungai, termasuk oleh pengembang perumahan. Ini menjadi catatan penting agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkasnya.(wan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.