Bakesbangpol Jatim Ajak Generasi Muda Pahami Etika Budaya Politik

oleh
Diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi di Kabupaten Tuban tersebut mengambil tema: Forum Etika Budaya Politik dalam Upaya Memilih Pemimpin yang Demokratis Bagi Generasi Muda. (Ist)

KILASJATIM.COM, Tuban – Etika politik merupakan aspek penting yang diharapkan bisa menjadi suatu pondasi dalam pesta demokrasi.

“Sehingga tahun depan pesta demokrasi Pilkada 2020 bisa menghasilkan suasana harmonis antarkekuatan sosial politik yang ada demi kepentingan bersama di lingkungan masyarakat,” papar Drs. Ec. Jonathan Judianto, MMT, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jatim saat menggelar kegiatan bersama Bakesbangpol Kabupaten Tuban, di Fave Hotel Tuban, Kamis (14/11).

Lebih jauh pihaknya menekankan berpolitik seharusnya tidak sekadar mencari kemenangan, tetapi harus dipikirkan bagaimana bangsa ini maju, rakyatnya sejahtera, ramah terhadap sesama, damai, tidak ada kekerasan dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.

Demokrasi yang dibangun dalam dunia perpolitikan saat ini, lanjut Jonathan, adalah demokrasi yang bebas nilai yang masih banyak dijumpai ajang transaksional.

BACA JUGA: Kemenkum HAM RI Puji Pengelolaan JDIH Tuban

“Makna dan esensi demokrasi direduksi sebagai merebut kekuasaan. Kedaulatan tidak lagi di tangan rakyat, tetapi di tangan penguasa dan lembaga politik,” imbuhnya.

Sebab, katanya, lembaga-lembaga politik bukan lagi merepresentasikan kepentingan rakyat, tetapi merepresentasikan kepentingan kelompok dan golongan.

Untuk itu, menurutnya perlu dibangun demokrasi lokal yang etis serta mampu memberikan pendidikan politik yang cerdas bagi masyarakat lokal. Sebab, demokrasi lokal merupakan penopang demokrasi nasional.

“Generasi muda dan politik adalah dua elemen atau bagian yang tak terpisahkan dalam pembangunan suatu bangsa, karena dari sisi itulah generasi muda dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap generasi muda harus berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan.

BACA JUGA: Tim Akreditasi SNARS Kunjungi RSUD Koesma Tuban

“Ditegaskan dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan bahwa generasi muda memiliki posisi dan peran yang utama dalam mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang demokratis,” terang Jonathan.

Kemudian, ia berpesan agar mengedepankan politik dalam seluruh prosesnya lebih menyuguhkan pertarungan ide, gagasan, visi dan misi, serta inovasi ketimbang ajang menabur kebencian.

“Terlalu mahal biaya demokrasi kita, bila hanya menjadi arena pertarungan yang tak produktif dan tak menghasilkan kemaslahatan bagi rakyat. Kontestasi politik tak boleh hanya berhenti pada upaya meraih kekuasaan, tetapi juga menghasilkan distribusi kesejahteraan,” pungkasnya.

Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi di Kabupaten Tuban tersebut mengambil tema: Forum Etika Budaya Politik dalam Upaya Memilih Pemimpin yang Demokratis Bagi Generasi Muda, yang dilaksanakan 14-15 November 2019. (hms/kj11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *