KILASJATIM.COM, Bojonegoro – Kemeriahan Asian Science & Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) benar-benar terasa di Dolokgede, Bojonegoro. Para delegasi dari enam negara memenuhi area SDN Dolokgede dan Lapangan GOR Dolokgede untuk menikmati berbagai permainan tradisional hingga kegiatan sains yang digelar sejak Kamis pagi.
Suasana langsung hidup dengan penampilan Tari Gandrung sebagai sambutan. Peserta dari Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Tajikistan, hingga Kazakhstan tampak antusias mencoba satu per satu permainan tradisional khas Nusantara. Energi positif para delegasi membuat sesi cultural activity berlangsung meriah dari awal hingga akhir.
Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Bojonegoro, Anang Budiantara, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan hari ini merupakan bagian ketiga dari agenda ASMOPSS 2025.
“Para peserta sudah mengikuti tes praktis sains dan matematika. Hari ini mereka mengikuti kegiatan budaya dan olahraga tradisional,” jelasnya.
Ia menambahkan, ASMOPSS ke-15 ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bojonegoro karena dipercaya menjadi tuan rumah, sebelum ajang internasional tersebut berlanjut ke Thailand tahun depan.
Beragam permainan tradisional seperti jemparing, bakiak, egrang, dan dakon, serta kegiatan olahraga sport ball, badminton, renang, dan praktikum sains, ikut menyemarakkan kegiatan. Para peserta tampak menikmati setiap sesi dengan penuh antusiasme.
Salah satu orang tua peserta asal Thailand, Napasita, mengungkapkan kesan positifnya terhadap pelaksanaan ASMOPSS di Bojonegoro.
“Cuacanya nyaman, masyarakatnya ramah, dan makanannya enak. Tarian pembuka tadi juga sangat memukau,” ujarnya.
Pengalaman serupa disampaikan Anam Wahyudi, siswa SMP Negeri 2 Bojonegoro.
“Seru sekali, saya dapat banyak pengalaman baru. Setelah ini saya ingin ikut tanding permainan tradisional,” tutur Anam.
Kepala SDN Dolokgede, Mulyani, mengaku bangga karena sekolah yang dipimpinnya dipercaya menjadi lokasi kegiatan internasional tersebut.
“Ini pengalaman perdana yang luar biasa, apalagi menjadi tuan rumah untuk enam negara,” ucapnya.
Kegiatan ASMOPSS 2025 di Bojonegoro menjadi ajang berbagi pengalaman lintas budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.(had)









