Arya Putra Pratama dari Surabaya Raih Beasiswa GoJek Berkat Doa dan Dukungan Orang Tua

oleh

M. Arya Putra Pratama

KILASJATIM.COM, Surabaya – Ketika melihat daftar nama.penerima bea siswa Gojek terbaca sebaris tulisan M. Arya Putra Pratama, mahasiswa D3 Tehnik Informatika di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ((PENS).

Benarkah ini? Arya yang berasal dari keluarga sederhana yang ayahnya hanya berprorifesi sebagai driver ojek online bisa kuliah dan mendapatkan bea siswa? itu artinya dia kuliah tanpa mengeluarkan biaya. Kok bisa?

Tentu bisa, pertama Arya adalah keluarga dari mitra driver Gojek, ini salah satu modal utama, karena
salah satu komitmen Gojek, super app terdepan di Asia Tenggara, adalah untuk selalu berupaya meningkatkan taraf hidup para mitra driver dan keluarganya.
Kali ini, komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui pemberian beasiswa bagi putra/ putri mitra driver.

Dan Arya satu dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 5.000 orang. Setelah proses pendaftaran, baik mitra driver maupun putra/ putrinya pun melewati seleksi ketat yang dilakukan internal Gojek sebelum kemudian dilanjutkan ke seleksi politeknik, hingga akhirnya terpilih 10 putra/ putri berprestasi terbaik untuk tahun ajaran 2020/2023.

”Saya sangat senang dapat mewujudkan cita-cita untuk kuliah setelah tertunda setahun lalu. Mengikuti pesan Ayah untuk tidak mudah putus asa dan terus belajar membuat saya fokus mengejar masa depan. Diluar itu, dukungan dan doa kedua ortu tentunya yang membuat hal ini dapat terwujud,” itulah jawaban Arya saat ditanya pada acara pemberian bea siswa Gojek yang dilakukan secara virtual Jumat (02/10/2020).

Bagaimana Arya bisa lolos seleksi dari sekitar 5000 siswa lain yang juga sama sama orang tuanya pengemudi ojol di Perusahaan GoJek. Apa kiat, strategi dan upayanya hingga bisa berhasil bersama 10 mahasiswa lainnya ?

Dengan didampingi kedua orang tuanya Arya hanya berucap doa dan dukungan ortu-nya lah yang membuat ia bisa berkuliah. Amazing

Sebagaimana diketahui, Bandriya, ayah Arya , merupakan salah satu mitra driver GoCar Surabaya bergabung dalam ekosistem sejak tahun 2017, bapak tiga anak ini mengaku ini merupakan kali kedua hidupnya terbantu oleh Gojek.

“Pertama saya merasa sangat terbantu oleh Gojek saat tiga tahun lalu kena PHK. Uang yang benar-benar tersisa sedikit saya pakai untuk beli mobil, untuk kemudian bergabung menjadi mitra GoCar. Hidup saya sangat membaik semenjak itu. Tidak menyangka saya seperti diberi kesempatan satu kali lagi untuk meningkatkan taraf hidup keluarga, kali ini lewat Beasiswa Gojek yang berhasil didapatkan oleh anak saya. Alhamdulillah,” ujar Bandriya.

Kini harapan sang anak akan masa depan ada ditangannya, akankah Arya mampu menyelesaikan kuliahnya dan membuka cakrawala meraih cita cita akan kehidupan yang lebih baik lagi . Hanya dengan upaya yang diringin panjatan doa , Arya optimis kesempatan mendapatkan bea siswa ini akan dimanfaatkan dengan baik

Sebagaimana diketahui kesempatan untuk mendapatkan bea siswa Gojek sangat terbuka lebar. Tanpa banyak persyaratan dan terkesan ribet, asal calon penerima bea siswa adalah putra putri dari keluarga driver Gojek yang jujur dan bekerja lebih dari 10 tahun mengaspal, lolos tahapan ujian dan tentu saja lulus SMA.

Gede Manggala, VP Regional Operations Gojek mengungkapkan, beasiswa Gojek merupakan bentuk apresiasi dari Gojek kepada mitra driver yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kejujuran selama 10 tahun Gojek mengaspal.

“Pemberian beasiswa ini sekaligus merupakan bagian dari program Gojek Swadaya yang ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga mitra driver,” ujar Gede Manggala.

Ide pemberian Beasiswa Gojek juga berangkat dari aspirasi mitra driver Gojek yang ingin memperoleh pendidikan tinggi bagi diri sendiri ataupun anak mereka, serta dapat segera bekerja di bidang yang diminati, namun terhalang keterbatasan ekonomi.

Lalu kenapa bea siswa hanya jenjang D3 Politeknik? tentu saja ada alasannya.

“Kami memilih beasiswa jenjang D3 Politeknik yang berorientasi kepada praktik kerja, dengan harapan para penerima beasiswa dapat segera terserap sebagai tenaga kerja yang berkualitas dan tepat guna,” demikian penjelasan Gede.

Meski baru diadakan pertama kali untuk jenjang pendidikan tinggi, program beasiswa ini mengundang antusiasme tinggi dari mitra driver sejak awal diumumkan di awal bulan Maret 2020. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 5.000 orang. Setelah proses pendaftaran, baik mitra driver maupun putra/ putrinya harus melewati seleksi ketat yang dilakukan internal Gojek sebelum kemudian dilanjutkan ke seleksi politeknik, hingga akhirnya terpilih 10 putra/ putri berprestasi terbaik untuk tahun ajaran 2020/2023.

Rupanya perhatian GoJek terhadap mitra driver dan keluarganya di dunia pendidikan tidak hanya diwujudkan hanya dengan pemberian bea siswa saja, sebelum adanya program ini, Gojek juga telah memberikan sederet bantuan pendidikan bagi mitra dan anak mitra driver di ragam jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga jenjang pendidikan S2, yang disalurkan baik oleh Gojek maupun melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB).

Di samping bantuan dalam bidang pendidikan, komitmen Gojek dalam mendukung peningkatan taraf hidup mitra driver dan keluarga juga dilakukan melalui berbagai program seperti Bengkel Belajar Mitra (BBM) dan Pelatihan Gojek Swadaya, yang keduanya bertujuan untuk membantu mengembangkan kemampuan diri mitra serta membantu menciptakan pendapatan yang berkesinambungan bagi mitra dan keluarga. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *