Armuji: Salurkan Potensi dan Energi Anak lewat Kegiatan Positif

oleh

 

Surabaya, kilasjatim.com: DPRD Kota Surabaya terus menunjukkan komitmen nyatanya untuk mendorong terwujudnya generasi unggul di Kota Pahlawan. Para wakil rakyat tersebut memotivasi para pelajar Surabaya untuk terus berkegiatan positif agar bisa terlindungi dari berbagai problem sosial.

Ketua DPRD Surabaya Armuji di hadapan ratusan pelajar SMP 56 Surabaya mengatakan, para pelajar harus mampu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Masa remaja perlu dilewati dengan baik karena akan sangat menentukan masa depan generasi muda.

”Anak-anakku semua, saya ingatkan betul, jangan sampai sia-siakan waktu ya. Berkegiatanlah yang positif. Yang suka musik, ayo main musik. Yang suka olahraga, ayo kembangkan bakatnya. Yang suka belajar bahasa asing, ayo terus kembangkan. Dan sebagainya,” ujar wakil rakyat dari PDI Perjuangan tersebut.

DPRD Surabaya selama ini terus mendorong Pemkot Surabaya agar memberi wadah yang luas untuk kebutuhan berekspresi generasi muda.

”Kami beri dukungan penganggaran yang cukup bagi Pemkot Surabaya untuk memfasilitasi anak-anak muda. Intensifkan berbagai ekstrakurikuler di sekolah, bikin festival seni-budaya, dan sebagainya. Jadi anak-anak semua bisa berkembang, bisa menghindari hal-hal negatif,” jelasnya.

Armuji menyatakan prihatin dengan munculnya masalah di sebuah SMP, di mana sejumlah siswanya menyakiti diri sendiri dengan menyilet kaki atau tangannya. Satu anak ditemukan bisa memiliki 3-6 garis sayatan silet. Mereka melakukannya di rumah, terutama di kamar mandi dan kamar tidur. Perbuatan itu timbul saat para siswa mengalami tekanan batin karena sejumlah problem.

Dengan respons cepat, Armuji pun turun bersama para pihak terkait ke sekolah tersebut. Dia menemukan setidaknya ada tiga problem yang bisa berdampak ke kepribadian siswa, yaitu problem keluarga, ekonomi, serta masalah-masalah menjelang masa puber seorang remaja seperti jatuh cinta. Bahkan, meski tidak memiliki problem, ada yang tertarik menyayat tubuhnya karena dianggap sebagai sebuah tren.
”Saya sedih sekali mendengar kabar ada siswa yang menyilet tubuhnya sendiri karena saking tertekannya. Saya langsung gerak cepat, menghubungi dinas terkait, sekolah, guru-guru. Kita harus bergerak menyelamatkan anak-anak tersebut. Mereka masih mempunyai harapan, masa depan mereka masih panjang, maka kita harus dampingi,” ujar Armuji yang telah empat periode dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Surabaya.

Armuji menegaskan, menyakiti diri sendiri bukanlah tren yang keren. ”Anak-anakku semua, jangan ikut tren-tren yang tidak jelas. Fokuslah belajar, bermain yang positif, berolahraga, berkesenian. Itu baru keren. Kalau main silet, pakai narkoba, atau balapan liar, itu tidak keren,” tegas Armuji.

Armuji menambahkan, DPRD Surabaya telah dan akan terus melakukan tindakan nyata dengan mengajak Pemkot Surabaya untuk lebih aktif memperhatikan para pelajar. Antisipasi terhadap munculnya problem sosial juga harus dilakukan.

”Perlu dilakukan identifikasi dini. Para pelajar ini punya problem apa, guru konseling harus aktif. Usia remaja itu wajib dimengerti. Hadirkan psikolog secara rutin, bersinergi dengan guru bimbingan konseling,” ujar Armuji yang pada pemilu 2019 bakal maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Surabaya.

”Kita ajak sekolah untuk melihat, para pelajarnya punya hobi dan bakat apa, itu harus disalurkan ke kegiatan positif lewat ekstrakurikuler, kursus, festival seni-budaya, dan sebagainya. Sehingga energi anak-anak muda ini tidak kemudian tersalurkan ke kegiatan negatif,” pungkas Armuji. Kj1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *