Antisipasi Gagal Panen, Bupati Bondowoso Minta Petani Ikut Asuransi Pertanian

oleh -270 Dilihat

KILASJATIM.COM, BONDOWOSO – Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin meminta wragnya memanfaatkan program dari Kementerian Pertanian (Kementan) yakni asuransi pertanian. Hal itu untuk mengantisipasi adanya gagal panen.

Imbauan itu disampaikan oleh bupati meneruskan imbauan Direktur Jenderal Sarana dan Prasana, Kementerian Pertanian RI, Sarwo Edy, saat berkunjung ke Desa Sumber Gading, dan rest area Kluncing, Kecamatan Sumber Wringin beberapa waktu lalu.

Menurut Bupati Salwa Arifin, melalui asuransi ini, para petani hanya diwajibkan membayar premi Rp 36 ribu per hektar per musim tanam.

“Sebenarnya yang harus dibayarkan Rp 180 ribu, tetapi yang Rp 144 ribu dibantu dari APBN,” katanya, Selasa (4/5/2021).

“Dengan mengikuti asuransi ini para petani akan mendapat ganti rugi jika padinya gagal panen. Baik karena bencana alam banjir, kekeringan atau karena terkena hama,” sambungnya.

 

Nanti asuransi Jasindo atau asuransi pemerintah, lanjut Bupati Salwa akan mengganti hingga Rp 6 juta per hektar.

Menurutnya, asuransi pertanian ini memberikan kemudahan dan menjamin biaya yang dikeluarkan petani.

“Tujuannya tak lain agar sekali pun petani mengalami gagal panen. Selanjutnya, tetap bisa menanam kembali,” paparnya.

Tak hanya di bidang pertanian, peternak juga bisa ikut asuransi dengan cukup membayar Rp 40 ribu per ekor per tahun.

“Sisanya Rp 160 ribu dibantu pemerintah melalui APBN. Jika ternaknya hilang diganti Rp 7 juta,” jelasnya. kj5

No More Posts Available.

No more pages to load.