Ahli Tekankan Pentingnya Menjaga Kebersihan Barang Konsumsi Untuk Cegah Virus Corona

oleh

Direktur Umum RS Universitas Airlangga, Profesor Nasronudin

 

 

KILASJATIM.COM, Jakarta – Di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), masyarakat tidak hanya diwajibkan untuk memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya. Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Soebandrio, menyarankan masyarakat juga menerapkan protokol kebersihan pada barang konsumsi, termasuk produk makanan dan kemasannya.

“Semua orang dan benda yang berada di tempat umum berpotensi tercemar. Intinya adalah kebersihan diri, termasuk makanan,” kata Amin saat dihubungi.

Pada periode pandemi ini, Amin meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi makanan mentah. Sayur yang akan dimasak maupun buah yang bakal dikonsumsi pun sebaiknya dicuci lebih dulu dengan air. “Atau bersihkan dengan air dan sedikit sabun cair yang aman untuk makanan,” ucapnya.

Amin melanjutkan masyarakat juga harus memastikan setiap kemasan yang baru dibeli atau diterima dari layanan pesan antar diseka dengan antiseptik. “Pastikan mencuci tangan sebelum memproses makanan atau bahan makanan dan apapun yang masuk mulut, termasuk rokok dan permen,” ujarnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga menginformasikan sangat kecil kemungkinan manusia dapat tertular COVID-19 melalui barang konsumsi. Sebab, COVID-19 adalah penyakit pernapasan dan jalur penularan utamanya melalui kontak orang dengan orang. Serta, kontak langsung melalui pernapasan lewat tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin.

“Tidak ada bukti sampai saat ini, virus yang menyebabkan penyakit pernapasan yang ditularkan melalui barang konsumsi. Virus corona tidak dapat berkembang biak dalam makanan, mereka butuh binatang atau inang manusia untuk berkembang biak,” demikian pernyataan resmi WHO.

Direktur Umum RS Universitas Airlangga, Profesor Nasronudin, menambahkan kasus penularan COVID-19 sejauh ini terjadi melalui droplet manusia yang menyebar lewat cairan bersin atau batuk. Bukan lewat barang konsumsi, seperti produk makanan ataupun rokok. Sebab, sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam memproduksi bahan konsumsi, seperti rokok, karyawan harus selalu mengenakan sarung tangan dan masker.

“Lain cerita bila pasien positif COVID-19 menghisap rokok, lalu pada air liurnya mengandung virus. Bila kemudian batuk, ya percikan cairan batuknya bisa menulari orang terdekat,” ungkapnya.

Menurut Nasronudin, penularan COVID-19 bisa juga lewat sentuhan tangan. “Ya, bila virus menempel di tangan atau tangan terkena percikan cairan tubuh yang mengandung virus SARS Cov-2. Kalau tangan bersih ya tidak,” pungkasnya. (kj4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *