Pertamina MOR V Siapkan Mobile Storage di 11 Titik SPBU

oleh

*Antisipasi Lonjakan BBM Saat Mudik

General Manager Pertamina MOR V, Ibnu Chouldum, menyatakan kesiapannya dalam memberikan kenyamanan  pemudik saat lebaran 2018 dengan berbagai sarana sepertiMobile Storage, KIOSK hingga Motorist Bahan Bakar Khusus (BBK) yang tersebar di ruas tol maupun non tol.

 

SURABAYA, kilasjatim.com: Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V mengantisipasi terjadinya peningkatan konsumsi BBM menjelang lebaran saat puncak mudik tahun 2018 dengan menyiapkan berbagai sarana untuk menambah kelancaran dan ketersediaan BBM bagi para pemudik, diantaranya Mobile Storage, KIOSK hingga Motorist Bahan Bakar Khusus (BBK) yang tersebar di ruas tol maupun non tol.

General Manager Pertamina MOR V, Ibnu Chouldum mengatakan, selain memperkuat stok di SPBU, pihaknya juga menyiagakan Mobile Storage di 11 titik SPBU yang diprediksi ramai dikunjungi para pemudik.

” KIOSK juga telah siap beroperasi di 8 titik di rest area Tol Ngawi, Kertosono hingga Mojokerto dan tidak lupa hadirnya Motorist akan menambah kenyamanan para pemudik dalam melakukan perjalanan,” kata Ibnu di Surabaya, Rabu (30/5/2018).

Setidaknya ada beberapa titik di Jatim antara lain di Kabupaten Madiun, Mojokerto, Wilangan, Kertosono dan Ngawi yang menjadi titik keramaian pemudik.

Sedangkan persiapan menghadapi Hari Raya Idul FItri, Pertamina MOR V juga meluncurkan tim satgas penyaluran BBM dan LPG Idul Fitri 1439 H. Tim Satgas ini dimulai pada 30 Mei 2018 hingga 28 Juni 2018 dan beroperasi di kantor Pertamina MOR V, seluruh Terminal BBM, Depot LPG Filling Plant hingga Depot Penyaluran Pesawat Udara (DPPU) dengan waktu operasional selama 24 Jam.

Peran utama dari tim satgas antara lain memantau kondisi penyaluran, mengawasi stok BBM dan LPG di setiap SPBU juga Agen LPG, serta mengkordinasikan segala aktivitas distribusi BBM dan LPG bersama Hiswana Migas dan Kepolisian setempat.

”Tim Satgas merupakan salah satu bukti komitmen Pertamina terhadap kelancaran pasokan bagi masyarakat khususnya para pemudik selama arus mudik lebaran. Kordinasi tim satgas di masing-masing lokasi didukung dengan peninjauan ke lapangan akan menjadi salah satu agenda utama tim tersebut agar masyarakat senantiasa mudah mencari BBM ketika perjalanan mudik,” jelas Ibnu.

Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoline selama masa Idul Fitri 1439 H di Wilayah Jawa Timur diprediksi akan mengalami peningkatan sekitar 10-15 persen. Sedangkan untuk solar justru akan mengalami penurunan karena adanya larangan bagi kendaraan berat untuk melintas.

Berkaitan dengan pasokan LPG, pada produk LPG bersubsidi (3 kg) Pertamina memprediksi terjadinya peningkatan konsumsi rata-rata sebesar 7 persen dari konsumsi normal sebesar 94.679 Metric Ton (MT) / Bulan menjadi 101.307 MT/Bulan. Konsumsi LPG Non Subsidi (Bright Gas 5.5 kg, Bright Gas 12 Kg, dan LPG 12 kg) di Jawa Timur juga diprediksi mengalami peningkatan menjelang Idul Fitri sebesar 9 persen dari  4.593 MT/Bulan menjadi 5.006 MT/bulan.

Upaya lain dilakuka untuk menjaga ketersediaan stok di lapangan, Pertamina juga melakukan beberapa langkah intensif mulai dari Built Up stok di storage, agen hingga pangkalan LPG. Pertamina juga telah membentuk 237 Agen Siaga dan 2426 Pangkalan Siaga di Wilayah Jawa Timur yang akan beroperasi setiap hari khususnya ketika libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Perjalanan mudik masyarakat melalui pesawat udara pun menjadi salah satu fokus Pertamina, dimana pasokan Bahan Bakar Pesawat Udara (Avtur) diperkirakan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Di Wilayah Jawa Timur, konsumsi Avtur menjelang Idul Fitri 1439 H diprediksi mencapai angka 1315 KL/Hari atau meningkat 9 persen dibandingkan konsumsi normal harian sebesar 1196 KL/hari.

Menjaga ketersediaan avtur, Pertamina akan senantiasa melakukan langkah-langkah antisipatif seperti memastikan kesiapan operasional Bridger dan AMT, pemeriksaan seluruh sarana dan fasilitas serta stocking material yang dibutuhkan di DPPU, serta menjaga availability jumlah kendaraan hydrant dispense dan refueller sesuai dengan kebutuhan di lapangan. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *