56 Ribu Rumah Tangga Miskin Jatim Belum Dapat Aliran Listrik

oleh -54 Dilihat

Surabaya, kilasjatim.com: Jumlah rumah tangga di Jatim yang belun teraliri listrik masih cukup tinggi. Berdasar data di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur (Jatim) menyebut 5,4 persen atau sekitar 568.030 Kepala Keluarga (KK) di Jatim belum teraliri listrik.

“Dari jumlah tersebut, 56.000 merupakan rumah tangga miskin,” kata Kepala Dinas ESDM Jatim, Setiajit kepada wartawan di sela acara coffe morning dengan stake holder dan wartawan di Kantor ESDM Jatim, Rabu (13/3/2019).

Dijelaskan, dari tahun ke tahun, Pemprov Jatim terus berupaya membantu warga untuk mendapatkan sambungan listrik. Bahkan, Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah memberikan amanat agar Dinas ESDM dan stake holder membantu masyarakat miskin untuk kebutuhan listrik agar bisa digunakan sebagai usaha mikro.

“Pada wilayah Madura akan dipasang instalasi listrik dan sambungan listrik sebanyak 107.537 rumah tangga. Akan diprioritaskan untuk warga miskin. Sedangkan untuk kepulauan, Gubernur akan memasang 1067 listrik tenaga surya hemat energi (LTSHE),” ujarnya.

Disebutkan, tahun 2018 rasio elektrifikasi sebanyak 94,64 persen. Target untuk 2019 meningkat menjadi 96,5 persen. “Setidaknya 2-3 persen yang harus diselesaikan,” ucap mantan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim ini.

Daerah-daerah yang banyak belum teraliri listrik, antara lain Kabupaten Sumenep karena banyak kepulauan, Sampang, Situbondo, Bondowoso dan Jember. Daerah lain ini juga ada yang belum teraliri listrik.

“Hanya saja yang paling besar di rumah daerah itu. Biasanya selain warga kepulauan juga masyarakat yang terpencil di dalam hutan,” ungkapnya.

Direktur Operasi PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Sugiyanto menambahkan saat ini pihaknya memasang 100.000 sambungan untuk tahun ini. Khususnya untuk warga miskin di Madura.

“Ini tanggung jawab kami sebagai anak perusahaan dari PLN dan bagian dari BUMN. Kami berkomitmen dan berkontribusi dengan membangun pembangkit listrik baru di Gresik sebesar 800 Megawatt. Targetnya 3-4 tahun lagi selesai,” katanya.

Sebenarnya Jatim adalah produsen listrik yang mampu menyumbang ke Jawa Barat dan Bali. “Jatim memiliki banyak Pembangkit Litrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Litrik Tenaga Uap(PLTA),” jelasnya. (Wah)

No More Posts Available.

No more pages to load.