22 Tahun KPPU ,  Solid dan Terus Berkarya Membumikan Persaingan Usaha yang Sehat dan Adil

oleh SebarTweet

Perayaan HUT KPPU 22 Tahun mengusung tema Persaingan Usaha dan Kemitraan Sehat, Indonesia Bangkit Lebih Hebat”

KILASJATIM. COM, Jakarta – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memasuki usia 22 tahun tepat pada hari ini, 7 Juni 2022. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) KPPU  tahun ini
mengangkat tema “Persaingan Usaha dan Kemitraan Sehat, Indonesia Bangkit Lebih Hebat”

Ketua KPPU, Ukay Karyadi, menyampaikan 22 tahun ini menjadi momentum
bangkitnya KPPU sebagai salah satu garda bangkitnya pemulihan ekonomi Indonesia yang dicanangkan Pemerintah.

“Dengan mengemban amanah rakyat untuk lebih peka terhadap isu-isu persaingan yang dihadapi publik, KPPU diharapkan untuk terus solid dan berkarya agar semakin membumikan persaingan usaha yang sehat dan adil di Republik ini,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua KPPU juga menekankan adanya peningkatan tingkat persaingan usaha di Indonesia yang terlihat dari meningkatnya Indeks Persaingan Usaha sebanyak 0,16 poin dari nilai 4,65 di tahun 2020 menjadi
4,81 di tahun 2021.

Mengamini Ketua KPPU, Jimly Asshiddiqie menyampaikan, KPPU merupakan lembaga amanat reformasi dan diharapkan para pemangku kepentingan untuk saling berkoordinasi.

“Modernisasi dan penguatan kelembagaan bernegara is a
must untuk kemajuan peradaban bangsa. Terlalu banyak lembaga yang tidak efisien, Lembaga negara itu harus inklusif, meritokratik, efisien sesuai perkembangan teknologi, dan tidak boleh ekstraktif,” ujarnya dihadapan undangan mulai dari para Dewan Pakar KPPU Jimly Assiddiqie dan M. Nawir Messi,  Anggota Ombudsman Republik Indonesia Yeka Hendra Fatika, Wakil Ketua Komisi  Penyiaran Indonesia Mulyo Hadi Purnomo, Plt. Deputi Strategi dan Kerja Sama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Maryanto, dan Deputi Pengkajian dan  Penginderaan Dewan Ketahanan Nasional Laksda TNI Gregorius Agung W.D. M.T.r.  (Han), serta Ketua, Wakil Ketua, dan Komisioner KPPU yang terhubung secara luring  maupun daring.

Untuk menjadi lebih kuat, kewenangan kelembagaan KPPU juga harus diperkuat. Lebih lanjut, Jimly menyampaikan bahwa
perlu untuk menyebarluaskan bagaimana pentingnya kehadiran KPPU ke semua lapisan, termasuk kepemimpinan sekarang ini.

Nawir Messi dalam kesempatan
tersebut juga menegaskan berbagai permasalahan kedepan yang dihadapi KPPU dalam tugasnya, seperti semakin lebarnya kesenjangan ekonomi di masa pandemi, ancaman krisis pangan global, dan aksi merger dan akuisisi lintas negara.

Dari tahun ke tahun, KPPU selalu berupaya untuk dapat beradaptasi dengan  perubahan. Salah satunya dengan mengeluarkan Pedoman Pengenaan Sanksi  Denda Pelanggaran Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat melalui  Peraturan KPPU Nomor 2 Tahun 2021 sebagai bentuk penyesuaian terhadap  Undang-Undang Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Tidak hanya itu, menyadari cepatnya perkembangan teknologi yang berdampak pada pasar digital, KPPU saat ini sedang menyusun instrumen untuk mendefinisikan pasar dalam ekonomi digital yang sudah tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu. (kj8)