Embun Upas Muncul di Bromo, Suhu Sempat Sentuh 1 Derajat Celsius

oleh -169 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Foto: dok Camat Tosari, Kabupaten Pasuruan)

KILASJATIM.COM, Pasuruan – Fenomena embun upas atau kristal es kembali muncul di kawasan Gunung Bromo seiring turunnya suhu udara pada awal musim kemarau. Lapisan es tipis terlihat di sejumlah titik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Kristal es tersebut muncul pada permukaan pasir dan dedaunan saat suhu udara turun drastis menjelang pagi. Fenomena ini umumnya hanya bertahan hingga matahari mulai meninggi.

Dharma, pemandu wisata sekaligus warga Suku Tengger, menyebut embun upas dikenal masyarakat setempat dengan istilah “buntas”.

“Biasanya terlihat di lautan pasir, kawasan Widodaren, hingga dedaunan di jalur menuju lautan pasir,” katanya, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, fenomena itu hanya muncul pada dini hari hingga menjelang matahari terbit. Setelah suhu mulai menghangat, kristal es akan mencair dan menghilang.

Meski suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya, kondisi tersebut masih aman bagi wisatawan. Namun pengunjung disarankan mengenakan jaket tebal, sarung tangan, dan perlengkapan lain untuk melindungi diri dari udara dingin.

Fenomena tersebut turut dirasakan Mariska, wisatawan asal Makassar yang berkunjung ke Bromo. Ia mengaku terkejut dengan suhu dingin yang menusuk saat menikmati panorama matahari terbit dari Penanjakan.

“Di lautan pasir tadi sempat terlihat kristal tipis seperti salju,” ujarnya.

Di sisi lain, Camat Tosari Bachtiar Prihatin Bahri mengatakan suhu dingin mulai terasa sejak awal Juni. Dalam beberapa hari terakhir, suhu di kawasan Bromo diperkirakan berada pada kisaran 5 hingga 9 derajat Celsius.

Bahkan, suhu sempat turun hingga sekitar 1 derajat Celsius pada pagi hari. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Agustus, seiring puncak musim kemarau di kawasan pegunungan Tengger.

Baca Juga :  140 Rapid Tes Tiba di RSUD Jombang, Prioritas Bukan untuk Pejabat

Selain menghadirkan sensasi dingin yang lebih ekstrem, cuaca cerah pada musim kemarau juga membuat pemandangan Gunung Bromo terlihat lebih jelas. Tak heran jika periode ini menjadi salah satu waktu favorit wisatawan untuk menikmati panorama matahari terbit dan lautan pasir di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.