Embun Upas Kembali Muncul di Bromo, Ini Penjelasan BMKG

oleh -317 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Embun Es atau Upas menyelimuti lautan Pasir Gunung Bromo. (Foto: dok Camat Tosari, Kab Pasuruan)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Fenomena embun upas atau kristal es yang muncul di kawasan Gunung Bromo dalam beberapa hari terakhir dipicu suhu dingin ekstrem saat musim kemarau. Kondisi ini merupakan dampak dari fenomena bediding yang umum terjadi di wilayah pegunungan Jawa Timur.

Prakirawan BMKG Juanda, Siska Anggraeni, menjelaskan bediding terjadi ketika udara pada musim kemarau cenderung lebih kering dengan kandungan uap air yang minim. Kondisi tersebut membuat pembentukan awan berkurang sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hingga dini hari.

Akibatnya, suhu udara turun lebih rendah dibandingkan kondisi normal dan memicu terbentuknya embun yang kemudian membeku menjadi kristal es di sejumlah titik kawasan Bromo.

Dalam tiga hari terakhir, suhu udara di kawasan Cemoro Lawang tercatat berkisar 5 hingga 10 derajat Celsius. Sementara di lokasi yang lebih tinggi, suhu dapat turun lebih rendah lagi.

“Fenomena ini salah satunya dipengaruhi bediding. Saat musim kemarau udara lebih kering, awan lebih sedikit sehingga pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung lebih cepat dan suhu menjadi lebih dingin,” kata Siska ketika dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, peluang munculnya embun upas masih cukup besar dalam beberapa bulan ke depan. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus, periode yang identik dengan suhu udara lebih rendah di kawasan pegunungan.

Meski demikian, kemunculan embun upas tidak selalu terjadi setiap hari. Kondisi atmosfer yang dinamis memungkinkan terbentuknya awan dalam jumlah lebih banyak pada waktu tertentu sehingga suhu tidak turun seekstrem hari-hari sebelumnya.

Karena itu, wisatawan yang ingin berburu fenomena embun upas disarankan memantau prakiraan cuaca sebelum berkunjung. Saat cuaca cerah dan langit minim awan, peluang munculnya kristal es di kawasan Bromo cenderung lebih besar.

Baca Juga :  Padang Rumput di Gunung Bromo Mulai Menghijau Setelah Terbakar Suar

Selain menghadirkan pemandangan unik, fenomena embun upas juga menjadi penanda datangnya puncak musim kemarau di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang dikenal memiliki suhu udara paling dingin di Jawa Timur.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.