Swedia Lirik Jatim, Kerja Sama Transportasi hingga Industri Dibahas

oleh -439 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter
Duta Besar Swedia, Daniel Blockert berbincang dengan Gubernur Khofifah di Gedung Grahadi usai melakukan pertemuan. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka peluang penguatan kerja sama dengan Swedia, mulai dari transportasi publik, pendidikan, hingga industri. Komitmen itu mengemuka saat Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert di Gedung Negara Grahadi, Kamis (12/2/2026).

Khofifah menyebut, dalam waktu dekat Pemprov Jatim akan meluncurkan perencanaan Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Ia menilai kehadiran Swedia bisa memperkuat pengembangan teknologi perkeretaapian dan transportasi publik di Jawa Timur.

“Kehadiran Dubes Swedia memberi penguatan bahwa teknologi transportasi publik bisa dikembangkan melalui kemitraan,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, hubungan Jatim dan Swedia telah terjalin lebih dari satu dekade, termasuk investasi Swedia di sektor galangan kapal di Banyuwangi yang telah berjalan lebih dari 30 tahun.

Selain transportasi dan industri, sektor pendidikan juga dibahas. Dubes Swedia dijadwalkan mengunjungi Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menjajaki peluang beasiswa dan kolaborasi akademik.

Pemprov Jatim juga berharap dukungan penguatan kemampuan bahasa Inggris bagi SMA Taruna di enam lokasi di Jawa Timur.

“Kami berharap pertemuan ini segera ditindaklanjuti oleh Kedutaan Besar Swedia dan perusahaan-perusahaan Swedia,” kata Khofifah.

Duta Besar Swedia Daniel Blockert menilai Jawa Timur sebagai wilayah strategis dengan populasi besar dan pertumbuhan ekonomi kuat.

“Kunjungan ini untuk mencari peluang bisnis baru. Jawa Timur sangat penting dan potensinya luar biasa,” ujarnya.

Sejumlah sektor yang dinilai potensial antara lain transportasi publik, energi, kesehatan, industri, pendidikan, hingga sistem penerbangan. Transportasi menjadi fokus utama, termasuk elektrifikasi dan digitalisasi sistem.

Beberapa perusahaan Swedia seperti Volvo dan Scania telah terlibat di sektor transportasi Indonesia. Daniel menyebut pihaknya akan kembali dengan delegasi perusahaan yang lebih besar untuk menindaklanjuti peluang investasi.

Baca Juga :  Pertahankan Predikat Barometer Nasional, Produksi Gula dan Tebu Jatim Sumbang 49,55 % Nasional

Ia juga menyinggung minat perusahaan global asal Swedia seperti IKEA, H&M, Ericsson, Electrolux, hingga SKF. IKEA, misalnya, disebut tengah mencari lokasi produksi di Indonesia dan Jawa Timur menjadi salah satu kandidat.

Pertemuan ini menjadi sinyal penguatan diplomasi ekonomi antara Jawa Timur dan Swedia, di tengah upaya daerah menarik investasi dan mendorong pertumbuhan industri berbasis teknologi. (FRI/cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.