Produk Tetes Tebu UKM Mojokerto Tembus Ekspor ke Australia, Nilai Transaksi Rp166 Juta

oleh -614 Dilihat
oleh
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi melakukan pelepasan ekspor produk tetes tebu (molase) ke Australia dari pelaku usaha asal Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (2/12/2025). Foto: Dok Kemendag/kilasjatim

KILASJATIM.COM, Mojokerto – Pelaku usaha asal Mojokerto, Jawa Timur, berhasil menembus pasar Australia lewat ekspor perdana produk tetes tebu (molase) senilai 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp166,5 juta. Kementerian Perdagangan menilai langkah ini menjadi sinyal positif bagi desa-desa berpotensi ekspor untuk memperluas pasar produk lokal.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan keberhasilan CV Mitra Tata Usaha menunjukkan bahwa produk desa mampu bersaing di pasar global. “Langkah ini membuktikan produk Indonesia punya daya saing kuat. Semoga menjadi pembuka jalan bagi penguatan dan diversifikasi ekspor ke Australia,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Ekspor molase ini menjadi salah satu hasil pendampingan Export Center Surabaya yang membantu pelaku usaha menembus pasar internasional. Layanan pendampingan meliputi konsultasi pasar, regulasi ekspor, business matching, hingga peningkatan kualitas produk.

Data Kemendag mencatat nilai ekspor tetes tebu Indonesia ke dunia pada Januari–September 2025 mencapai 3,48 juta dolar AS. Komoditas ini paling banyak dikirim ke Guinea, Somalia, Sierra Leone, Pantai Gading, dan Malaysia.

Puntodewi menegaskan Kemendag akan terus memperkuat peran Export Center di berbagai daerah—Surabaya, Balikpapan, Batam, dan Makassar—untuk mendorong UMKM menjadi eksportir baru. “Kami berkomitmen memberikan dukungan komprehensif melalui pelatihan, informasi pasar, promosi dagang, hingga pendampingan sertifikasi,” katanya.

Ia berharap dukungan ini dapat memperluas jangkauan produk UMKM Indonesia di pasar dunia sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak desa menjadi pusat ekspor. (cit)

Baca Juga :  Ucapan Soal Dana Nganggur, Menteri Purbaya: Saya Mohon Maaf. Tapi yang Benar, Habiskan Uang!

No More Posts Available.

No more pages to load.