15 Kabupaten dan Kota Terbitkan SK Siaga Bencana  

oleh
jelas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestiyanto Dardak, usai melakukan rapat koordinasi antisipasi bencana Hidrometeorologi, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Kamis (2/1).

KIALSJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 15 kabupaten menerbitkan Surat Keputusan (SK) Siaga Bencana. Penerbitan SK tersebut merujuk pada surat edaran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa Nomor 188/650/KPTS/013/2019 tertanggal 16 Desember 2019 terkait status siaga darurat bencana Hidrometeorologi atau bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca, misalnya banjir, longsor, dan puting beliung di Jawa Timur.

“Ke 15 kabupaten atau kota yang menerbitkan SK Siaga Bencana tersebut antara lain, Kabupaten  Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Kabupaten Probolinggo, Gresik, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Lamongan, dan Blitar,“ jelas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestiyanto Dardak, usai melakukan rapat koordinasi antisipasi bencana Hidrometeorologi, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, Kamis (2/1).

Merujuk informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak akhir November 2019, Gubernur telah mengeluarkan imbauan kepada 38 kabupaten/kota, setelah itu 15 Kabupaten menerbitkan SK.

Emil berharap, bagi daerah yang sudah menerbitkan sk siaga bencana tersebut agar segera melakukan langkah-langkah yang dimungkinkan untuk mengantisipasi atau meningkatkan kesiagaan atau kecepatan merespon bencana Hidrometeorologi.

BACA JUGA: Wali Kota Risma Imbau Jajarannya Siaga Bencana  

Selain itu, pihaknya  juga segera melakukan koordinasi dengan  instansi terkait guna pembagian tugas untuk mempercepat langkah dan tindakan dalam penanggulangan bencana serta inventarisasi kesediaan alat berat, segala ketersediaan alat evakuasi termasuk ketersediaan makanan darurat yang layak di konsumsi.

“Kita akan pastikan pola distribusi berjalan efektif, kunci utamanya adalah merespon, contoh sungai Bengawan Solo, di area Sungai Bengawan Solo tersebut ada yang dinamakan banjir kiriman, hujanya bisa tidak terjadi di Jawa Timur, tapi banjir nya dikirim di sungai Bengawan Solo, jadi kita bisa antisipasi dan melakukan langkah-langkah kepada masyarakat,” katanya. (kominfo/kj8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *