140 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkup Pemkab Lumajang Dilantik  

oleh
Bupati Lumajang melantik 140 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (31/12/2019).

KILASJATIM.COM, Lumajang – Di penghujung tahun 2019, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq melantik dan mengukuhkan 140 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (31/12/2019).

Dari total 140 orang, Bupati melantik 114 orang dan mengukuhkan 26 orang diantaranya, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama 5 orang yang dilantik dan 2 dikukuhkan. Pejabat Administrator 42 orang yang dilantik dan 11 orang yang dikukuhkan serta melantik 67 orang Pejabat Pengawas dan mengukuhkan 13 orang pejabat.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan agar para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama , Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang agar lebih menambah informasi dan meningkatkan kemampuan. Hal ini agar tata kelola pemerintahan di Kabupaten Lumajang semakin baik dan berjalan optimal pada tahun 2020 mendatang.

“Saya tekankan yang pertama update dan upgrade, sekarang sudah banyak cara untuk mengupdate informasi dan mengupgrade skill kita,” tegasnya.

BACA JUGA: Pemkab Lumajang Optimalkan Peralihan Pertanian Anorganik Menjadi Organik

Dalam kesempatan itu juga dilantik 5 Pejabat Tinggi Pratama hasil seleksi terbuka (open bidding) yang telah mendapatkan persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) berdasarkan surat No: B-4110/KASN/12/2019.

Kelima pejabat yang dilantik diantaranya Mattali Bilogo sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Yuli Harismawati sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Hari Susiati sebagai Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), Retno Wulan Andari sebagai Kepala Bappeda dan dr. Rosyidah menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan.

Bupati mengimbau Kepala OPD lebih memiliki inovasi agar program yang dijalankan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya ingin Dinas kedepan , awal tahun 2020 setelah proses seleksi JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi, red). Kedua saya berkeinginan Dinas harus melaksanakan program dengan tidak sekedarnya, saya tidak mau hanya sekedar jalan, saya tidak mau sekedar dikerjakan dilaporkan selesai, harus inovatif, cari cara paling inovatif,” tuturnya. (kominfo-kj13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *