Tiga Kelurahan akan Kembangkan Destinasi Wisata Sontoh Laut Asemrowo  

oleh
Camat Asemrowo Kota Surabaya sedang memberikan sosialisasi program pengembangan wisata delta sungai Sontoh Laut kepada masyarakat di Tambak Mayor Surabaya, Miggu (17/11).

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tiga kelurahan, yakni Kelurahan Asemrowo, Kelurahan Genting Kalianak, dan kelurahan Tambak Sarioso akan memperkenalkan dan mengembangkan Sontoh Laut sebagai destinasi wisata baru di Kota Surabaya. Pemerintahan kecamatan Asemrowo memperbanyak event kegiatan di pusatkan di daerah Sontoh Laut.

Menurut Camat Asemroro, Bambang Udi Unkoro, Sontoh laut merupakan area tambatan kapal dari nelayan tradisional, yang masih bertahan di tengah arus modern dan metropolis Surabaya. Pesisir Sontoh laut masih asri dengan rimbunan hutan mangrove sisi utara kota Surabaya.

“Sontoh Laut ibarat harta karun yang perlu disingkap, karena selama nyaris tak terdengar di kalangan masyarakat kelurahan dan Kecamatan Asemrowo sendiri, apalagi warga kota Surabaya, penduduk Jawa Timur,” tukas Bambang saat menghadiri acara senam dan makan bareng nasi “Sego Rongewu” di lapangan mini pelataran Balai RW 4 Kelurahan Asemrowo, jalan raya Tambak Mayor Surabaya, Minggu pagi (17/11).

Di antara yang sudah dilakukan yakni, upacara Kerdekaan dan upacara Sumpah Pemuda di lokasi tersebut dengan melibatkan aparat pemerintah, TNI, Polri, pelajar, ormas, organisasi kepemudaan dan nelayan tradisional.

BACA JUGA: Tingkatkan Produktivitas Nelayan, XL Axiata Sosialisasikan Aplikasi “Laut Nusantara” di Surabaya

Rencananya, di Sontoh Laut akan dilengkapi gazebo dan kafe terapung di tengah aliran sungai atau di tegah laut muara sungai Asemrowo. Serta mengadakan beberapa event music di lokasi itu. Sontoh laut sendiri merupakan nama tokoh masyarakat yang diyakini sebagai orang pertama  yang membuka pemukiman pertama di lokasi tersebut.

Lurah Asemrowo, Asnafi  mengajak warga sekelurahan Asemrowo untuk mendukung program Kecamatan Asemrowo untuk mengembangkan destinasi wisata baru Sontoh Laut. Dukungan itu bisa diawali dari hal yang sederhana, yakni dengan stop membuang sampah di sungai.

Karena seluruh sungai dan saluran air di wilayah Kelurahan Asemrowo mengalir menuju muara di daerah Sontoh Laut. “Aliran Sampah Terpanjang di Dunia” kelakar lurah Asemrowo.

Sadar wisata berikutnya, yang bisa dikembangkan kepada masyarakat Kelurahan Asemrowo adalah kebiasaan untuk Senyum, Sapa, dan Salam khas Asemrowo yang selalu Sopan, Kreatif, dan Asyik. Dua hal sederhana ini menjadi pijakan awal agar masyarakat kelurahan Asemrowo sadar wisata, untuk selanjutnya akan diterapkan strategi pengembangkan lanjutan destinasi Sontoh Laut tersebut. (kominfo/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *