Temukan Sensasi Makanan Di Jelajah Cita Rasa Kuliner Nusantara Lewat Guinness Food Pairing Experience

oleh

Chef Selebriti Renatta Moeloek demo masak sate kelopo yang di campur bir hitam di acara Guinness Food Pairing Experience di Holywings Cafe, Surabaya Jumat (18/10/2019)

SURABAYA, kilasjatim.com: – Bagaimana ya rasanya jika makanan Nusantara yang kaya rempah dan aroma yang tajam hingga makanan penutup bersantan dan legit jika dipadukan dengan Guinness FES (bir hitam) ?
Ternyata justru hampir semua makanan Indonesia yang kaya rempah dan sangat aromatik sebenarnya sangat cocok dipadukan dengan bir hitam (stout).

Lalu rasanya? jawabnya ada sensasi berbeda pastinya. Fakta inilah yang dilontarkan Chef Selebriti Renatta Moeloek dalam acara Guinness Food Pairing Experience di Holywings Cafe, Surabaya Jumat (18/10/2019).

Menurut salah satu juri Master chef ini, hampir semua kuliner Nusantara, baik makanan berat maupun ringan, termasuk makanan rumahan, bisa lebih kaya rasa jika dicampur bir hitam. Apalagi makanan yang menggunakan gula merah dan kelapa.

“Saya pernah membuat semur lidah menggunakan Guinness. Itu sudah sangat gampang karena sudah ada kecap manis, ada rasa fermentasi kedelai. Lalu dipadu dengan bir hitam, membuat rasa kecap manisnya jauh lebiih roasty lagi dan itu realy good,” ungkap Renatta yang juga penggemar bir hitam.

Bahkan menurutnya, semua jajanan pasar di Indonesia yang menggunakan gula merah bila dicampur Guinness Foreign Extra Stout (Guinness FES) bisa jadi enak banget lho. Kok bisa? Karena begitu gula merah dicampur dengan bir hitam, maka rasanya akan lebih kuat. “Apalagi jajanan pasar banyak menggunakan kelapa, jadi ada refreshing lagi,” lanjutnya.

Bukan cuma semur, rawon pun bila dicampur bir hitam, maka rasanya juga akan jauh lebih roasty. Begitu juga dengan makanan tradisional Bali seperti seafood bakar Jimbaran. Jadi jangan heran jika makanan rumahan atau jajanan pasar jika dicampur Guinness, bakal memberikan sensasi baru cita rasa.

Sate kelopo hasil racikan Renatta Moeloek

Bir hitam menurut Renatta paling cocok dipadukan dengan makanan panggang karena rasa Guinness yang paling menonjol adalah roasty malt yang dipanggang sedemikian rupa sehingga muncul rasa umami (gurih).

Mengulang kolaborasi seru tahun lalu Guinness kembali bereksperimen bersama Guinness Chef Reoresentative Renatta Moeloek memperkenalkan cara baru menikmatinya. Guinness Food Pairing Experience akan berlangsung di Surabaya , Manado, Medan dan ditutup di Jakarta pada Oktober hingga November 2019.

Dikatakan Bayu Hanandhika Brand Manager Guinness kota pertama yang disambangi adalah Surabaya , kota ini selain menawarkan produk budaya kuliner yang sangat vibrant juga menarik untuk dijelajah.

” Bersama Guinness FES di kota ini Chef Renatta menyiapkan duaenu makanan khas kota Surabaya yakni sate kelopo dan masi cumi guinness . Guinness FES jadi salah satu bahan dalam resep nasi cumi yang melegenda di Surabaya dan Guinnesa FES memberikan rasa seimbang pada menu tersebut dan asyik untuk dinikmati,” papar Bayu.

Bubur ketam hitam yang dimasak dengan menggunakan bahan bir hitam

Serunya lagi acara ini terbuka untuk umum, media, atau siapa pun yang dapat mengeksplor dan mencoba makanan dipadukan dengan Guinness FES.

Tapi yang tetap perlu diingat, bir sejatinya minuman orang dewasa. Karena itu mengonsumsinya juga harus bertanggung jawab. Sebagai informasi nih, untuk minuman mengandung alkohol memiliki aturan (legal drinking) yakni harus berusia di atas 21 tahun.

“Yang penting kita tahu batasnya. Konsumen harus tahu dirinya sendiri. Batasnya sejauh mana. Bagaimana cara mengonsumsi alkohol secara bertanggung jawab,” tandas Bayu. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *