Tanrise Gandeng Depo Bangunan Untuk Proyek Superblok Di Jember

oleh

Belinda Natalia, Direktur Utama Tanrise Property sekaligus Direktur PT Bahtera Tiara Gemilang sebagai pengembang Tanrise City Jember, saat penandatanganan kerjasama dengan Johny Liyanto, Direktur Megadepo Indonesia, Senin (7/1/2019).

 

SURABAYA, kilasjatim.com: – PT Tanrise Indonesia makin gencar dalam mengembangkan proyeknya di beberapa daerah termasuk di Jember Jawa Timur. Meski masih dalam tahap penyelesaian pembangunan namun awal tahun 2019 Tanrise melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Megadepo Indonesia yang bakal mengisi dan meramaikan kota tersebut.

“Progres yang di Jember saat ini sudah mulai proses pengerjaan infrastruktur, pembentukan lahan, saluran dan jalan. Sedangkan fisik bangunan akan dimulai bulan Maret 2019,” kata Belinda Natalia, Direktur Utama Tanrise Property sekaligus Direktur PT Bahtera Tiara Gemilang sebagai pengembang Tanrise City Jember, saat penandatanganan kerjasama dengan Johny Liyanto, Direktur Megadepo Indonesia, Senin (7/1/2019).

Belinda mengaku optimis proyek ini akan mendapat respon positif di Jember mengingat pembangunan di Jember benar-benar agresif. Termasuk infrastrukturnya.

“Inilah yang menjadi salah satu alasan Tanrise Property untuk segera mewujudkan proyek superblok pertama di kota Jember. Kita memulainya dari pembangunan pusat pertokoan dengan menggandeng Depo Bangunan.Terlebih lagi keinginan pemerintah daerah Jember untuk ada akses tol dengan jalur utara Jawa Timur. Selain itu juga kehadiran Bandara Notohadinegoro yang saat ini sudah operasional secara terbatas.Tentunya kedepan, akan mengalami peningkatan operasional yang menjadikan Jember berpotensi menjadi daerah yang lebih maju,” urai Belinda.

Megadepo Indonesia merupakan perusahaan dan pengelola supermarket bangunan Depo Bangunan. Dengan penandatanganan kerjasama itu, keduanya mentargetkan operasional di akhir tahun 2019.

“Bersamaan dengan pembangunan fisik Tanrise City untuk komplek pertokoan, bersamaan juga pembangunan fisik untuk toko Depo Bangunan di lahan seluas 9.300 meter persegi,” ujar Daniel Richard, Direktur Tanrise Property.

Untuk proyek di Jember ini Tanrise memanfaatkan luasan lahan sebesar 12 hektar. Sebagai tahap awal, pertokoan dan tenant Depo Bangunan menjadi anchor tenant untuk kawasan komersial niaga.

“Tahap selanjutnya kami akan bangun apartemen, hotel, dan mal lifestyle sebagai pendukungnya, serta convention hal,” jelas Richard.

Tahap pertama dikebut untuk selesai di akhir tahun 2019, kemudian tahap selanjutnya dimulai di tahun 2020. Untuk proyek ini, Tanrise mengalokasikan dana investasi senilai Rp 600 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagai tahap pertama di tahun 2019 ini akan terserap senilai Rp 300 miliar.

Sementara itu, Johny mengatakan untuk toko Sepi Bangunan yang di Jember sudah disiapkan dana investasi senilai Rp 200 miliar yang digunakan untuk pembangunan fisik toko di areal 5.100 meter persegi. Sisa dari luasan 9.300 meter persegi untuk infrastruktur parkir dan area bongkar muat serta gudang.

“Kehadiran Depo Bangunan di Jember ini merupakan yang pertama atau yang ke 10 untuk total Sepi Bangunan di Indonesia. Kami melihat potensi pasar yang besar di Jember dengan pesatnya pembangunan infrastruktur dan pemukiman di daerah tersebut,” papar Johny.

Pengembangan Depo Bangunan terus dilakukan target hingga tahun 2023, bisa menambah 20 toko di seluruh Indonesia. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *