Surabaya, Tiga Besar IPM Kategori Sangat Tinggi

oleh

Teguh Pramono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, dalam paparannya kepada media di Surabaya, Senin (16/04/2018)

 

 

SURABAYA,kilasjatim.com: – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur selama 3 tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tercatat pada tahun 2016, Indeks (IPM) mencapai 69,74 meningkat dan tumbuh sebesar 0,76 persen pada tahun 2017 yang mencapai 70,27. Sedangkan pada tahun 2017 terus mengalami kemajuan dibandingkan pata tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono mengatakan,
Di Jawa Timur terdapat tiga kota yaitu Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Madiun tercatat mempunyai IPM berkategori “sangat tinggi”. Kemudian diikuti 16 kabupaten/kota berkategori “tinggi”, 18 kabupaten/kota berkategori “sedang” dan hanya Sampang yang IPM-nya berkategori rendah yakni 59,90.

IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu kecepatan dan status pencapaian.

“IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan melakukan standardisasi dengan nilai minimum dan maksimum masing-masing komponen indeks,” kata Teguh, Senin (16/04/2018).

Sedangkan pembangunan manusia di Jawa Timur mengalami kemajuan cukup pesat selama periode 2011- 2017. Dari 66,06  pada 2011 meningkat menjadi 70,27 pada Tahun (2017 atau selama periode tersebut tumbuh 6,4 persen. Rata-rata pertumbuhan selama kurun waktu 2011-2017 sebesar 1,04 persen per tahun.

Selama periode 2016 hingga 2017, komponen pembentuk IPM juga mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir memiliki peluang untuk hidup hingga 70,80 tahun, meningkat 0,06 tahun.

Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,09 tahun, meningkat 0,11 tahun. Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7,34 tahun, juga meningkat 0,11 tahun. Pengeluaran per kapita yang disesuaikan (harga konstan 2012) telah mencapai Rp. 10,97 juta, meningkat Rp 258 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *