Semen Indonesia Lewat Diskusi Ajak Generasi Muda Bijak Gunakan Sosmed

oleh

 

Kepala Biro Aktivitas Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono mengajak anak muda ikuti  pelatihan media sosial sebagai ajang media sharing atau berbagi pengetahuan bagi warganet, Selasa (05/0/5/2018)

 

SURABAYA, kilasjatim.com:
Kekhawatiran akan generasi muda yang latah media sosial dan tak bijak dalam berkomentar di sosmed ini membuat tim PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menggelar pelatihan media sosial bertajuk “Surabaya Bicara Baik” di Koridor Coworking Space, Gedung Siola Surabaya, Selasa (5/6/2018).

Acara yang diikuti para netizen Surabaya itu Semen Indonesia menghadirkan Ndoro Kakung, Digital Curator serta Wahyu Aji, CEO GNFI/Good News From Indonesia yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam dunia digital dan media sosial.

Kepala Biro Aktivitas Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono mengatakan, pelatihan media sosial menjadi ajang media sharing atau berbagi pengetahuan bagi warganet terutama anak muda yang ada di Surabaya dan sekitarnya.

“Generasi muda yang masih dalam proses pendidikan harus mendapatkan perhatian utama dalam menghadapi persaingan utamanya di era digital saat ini. Dimana media sosial memiliki peran penting dalam kehidupan,” kata Sigit seraya menambahkan, dari waktu ke waktu pengguna media sosial terus bertambah. Di Indonesia saja terdapat 132 juta pengguna internet, dan 40 persennya penggila internet.

“Sedangkan di industri media massa, media sosial menjadi kekuatan nomor tiga setelah televisi dan media luar ruang. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun kedepan akan jadi nomor satu,” urainya.

Perkembangan media sosial yang cepat itu tidak selalu digunakan untuk hal-hal positif, masih ada pihak-pihak yang memanfaatkan medsos untuk tujuan-tujuan tertentu.

“Semen Indonesia memiliki concern untuk memberikan edukasi bagi pengguna media sosial khususnya generasi muda. Sebelumnya pada tanggal 10 April 2018, Semen Indonesia menggelar kegiatan serupa di Rembang,” papar Sigit.

Pepatah lawas “mulutmu harimau mu” agaknya sudah bergeser menjadi ‘jempolmu harimau mu’. Sebab banyak komentar dari para netizen yang membuat orang lain tersudutkan. Seperti menulis status dan berkomentar menyudutkan orang lain, memaki hingga mengancam pun sering dilakukan melalui media sosial.

Karenanya, adanya diskusi ini, diharapkan kedepan para pengguna media sosial lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan menyebarkan informasi-informasi yang positif dan bermanfaat. Terlebih jika bisa memanfaatkan para pemuda dapat menjadi creativepreneur dengan memanfaatkan media sosial.

Disamping kegiatan sharing session dengan pakar media sosial, juga diadakan lomba foto dan video yang dilakukan secara on the spot di sekitar jalan Tunjungan. Setiap peserta akan mengunggah karyanya di akun Instagram masing-masing kemudian di tag ke akun @semenindonesia, dan tiga pemenang yang beruntung akan mendapatkan hadiah menarik. (kj5)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *