SBI Disaat Pandemi, Berhasil Bagikan Deviden Rp 3,6 per Lembar Saham

oleh

Presiden Direktur SBI Aulia Mulki Oemar

KILASJATIM.COM, Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“SBI/Perseroan”) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Kamis (09/07/2020), menyetujui dan Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2019 dan mencetak Laba Bersih sebesar Rp 499 miliar pada 2019 lalu.

Presiden Direktur SBI Aulia Mulki Oemar mengatakan, sekitar 5% dari laba bersih 2019 ini atau Rp 24,9 miliar akan digunakan untuk pembayaran dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 3,6 per lembar saham.

“Sisa laba bersih ini akan dicatat sebagai Saldo Laba untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan Perseroan,” ujar Aulia Mulki dalam virtual press conference, Kamis (9/7/2020).

SBI mampu meningkatkan kinerja signifikan sejak bergabung dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG pada awal tahun 2019.

Bahkan Perseroan mampu membalikkan kinerja dengan membukukan laba positif dibandingkan kerugian yang dialami Perseroan sejak tahun 2016 silam.

“Kinerja positif ini cukup bagus di tengah pasar yang relatif stagnan dan kelebihan pasokan yang masih membayangi industri semen nasional,” jelasnya.

Pada 2019, volume penjualan SBI meningkat menjadi 12,3 juta ton atau naik 4,80% dari 11,8 juta ton pada tahun 2018.

Peningkatan volume ini didorong oleh peningkatan penjualan semen dan terak domestik sebesar 5,01% menjadi 11,8 juta ton dari 11,3 juta ton pada tahun 2018, serta peningkatan volume penjualan beton jadi (ready-mixed concrete) sebesar 3,19% menjadi 1.501 m3 pada tahun 2019 dari 1.454 m3 pada tahun sebelumnya.

RUPS juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (Price Waterhouse Coopers Indonesia) untuk mengaudit kinerja keuangan Perseroan tahun buku 2020. Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan tugas, tanggung jawab dan wewenang Direksi serta penyesuaian terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 15 /POJK.04/2020 Tentang Rencana Dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

“RUPS juga menerima pengunduran diri Bapak Francisco Malave Noriega dari jabatannya sebagai Komisaris Independen Perseroan efektif sejak 9 Juli 2020. RUPSLB juga mengangkat Bapak Prijo Sambodo sebagai Komisaris Independen Perseroan menggantikan Bapak Francisco Malave Noriega. Bapak Prijo Sambodo saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Tata Guna Patria Engineering sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang,” urai Aulia.

Pada kuartal I/2020, perekonomian nasional mengalami tekanan. Selain disebabkan situasi global dengan terus menurunnya harga minyak dunia, pandemi Covid-19 juga mulai menghantam Indonesia pada awal Maret 2020.

Kondisi tersebut turut mempengaruhi konsumsi semen nasional. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat konsumsi semen nasional kuartal I/2020 mengalami penurunan 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Laba kotor meningkat 35,70% menjadi Rp666 miliar. Program-program efisiensi dan sinergi berhasil menurunkan beban pokok pendapatan serta beban distribusi dan penjualan masing-masing 3,26% dan 9,65%. Sehingga EBITDA meningkat 47,62% menjadi Rp398 miliar dan laba sebelum bunga dan pajak penghasilan meningkat 149,45% menjadi Rp296 miliar. Capaian ini membantu SBI membalikkan keadaan dari kerugian pada kuartal pertama tahun 2019, menjadi laba sebesar Rp68 miliar pada kuartal pertama tahun ini. (kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *