Sandiaga Uno Disambati Pedagang Food Court Urip Sumoharjo Surabaya

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Kunjungan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno di Food Court Urip Sumoharjo, Surabaya, Selasa (1/1/2019) dimanfaatkan para pedagang makanan dan minuman untuk berkeluh kesah.

Salah satu keluhan yang disampaikan pedagang, yaitu masalah sepinya pengunjung. Padahal, lokasi food court Urip Sumoharjo sangat strategis. Lokasinya berada di tengah kota. Tepatnya, di pinggir jalan Urip Sumoharjo.

“Dari dulu, tempat kami berjualan ini sepi pengunjung. Bagaimana bisa ramai, kalau tempat parkir sepeda motor selalu diobrak oleh Satpol PP,” kata salah seorang pedagang perempuan.

Menanggapi keluhan tersebut, Sandiaga mengaku bisa memahami. Setelah mengetahui penyebabnya, Sandiaga meminta pihak pengelola untuk menjalin kerjasama yang baik dengan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dinas Perhubungan Surabaya.

“Pentingnya komunikasi dengan pemkot dan dishub, agar persoalan parkir di food court segera diselesaikan. Kalau parkir kendaraan tertata dengan baik, saya yakin pengunjungnya akan ramai,” ujarnya.

Dia juga kurang sependapat dengan sebutan Pedagang Kaki Lima (PKL). Sebab, penyebutan nama PKL itu kurang terhormat. Padahal, roda perekonomian ini ada di pedagang kecil.

“Saya dulu pernah jadi ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI). Tapi, saya kurang setuju dengan penyebutan nama itu. Lalu saya ganti dengan Asosiasi Pedagang Mandiri,” ungkapnya.

Dalam acara Dialog Ekonomi Awal tahun bersama UMKM dan Pengusaha Se-Surabaya di Food Court Urip Sumohardjo ini, juga menyinggung ekonomi Indonesia tahun ini mengalami turbulensi. Ekonomi Indonesia masuk dalam turbulensi defisit neraca terdalam sepanjang sejarah.

‘Sampai November 2018, negeri ini defisit Rp 109 triliun dengan utang mencapai Rp 5 ribu triliun. Dengan jumlah utang yang wow ini, setiap anak yang lahir, sudah menanggung utang tiga belas juta rupiah,” ucapnya.

Namun, lanjut Sandi, selalu ada harapan. Apalagi Jatim adalah salah satu provinsi yang pertumbuhan ekonominya dibatas rata-rata ekonomi nasional. Para pengusaha Jawa Timur harus Optimis. Juga UMKM-nya.

“Sudah saatnya kita meningkatkan jumlah pengusaha. Kita masih tertinggal di Asia Tenggara. Pengusaha di Indonesia hanya 3,1 persen dari junlah populasi Thailand 5 persen, Malaysia 6 persen,” jelasnya.

UMKM, lanjutnya, adalah penggerak ekonomi Indonesia sesungguhnya. Parabowo- Sandi akan fokus pada pengusaha kecil dan menengah. Sembilan puluh sembilan persen ekonomi Kita digerakkan UMKM, sembilan puluh tujuh persen, lapangan kerja diserap UMKM dan 60 persen PDB disumbang dari UMKM.

“Inilah denyut nadi ekonomi sesungguhnya. Jika dirinya terpilih bersama Prabowo Subianto akan fokus untuk menggerakkan ekonomi, mulai mencicil utang, stop impor dan berdiri di kaki sendiri,” tuturnya. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *