RS Adi Husada Undaan Resmikan Klinik Bedah Onkologi dan Klinik Bedah Digestif

oleh

SURABAYA, kilasjatim.com: – Masyarakat Surabaya dan sekitarnya kini semakin mendapat kemudahan dalam menerima layanan kesehatan. Rumah Sakit (RS) Adi Husada Undaan Wetan menambah layanan kesehatan dengan
meresmikan Klinik Bedah Digestif dan Klinik Bedah Onkologi pada Rabu (9/10/2019).

Sesuai visi yakni menjadi rumah sakit terpercaya dengan pelayanan kesehatan profesional, handal dan mampu berkembang secara berkesinambungan. RS Adi Husada Undaan Wetan melengkapi fasilitas yang memudahkan warga masyarakat yang akan berobat dalam satu lokasi.

Direktur Utama RS Adi Husada Undaan Wetan, dr. Irawati Marga, MARS, QIA, CMA mengatakan, tujuan dibukannya kedua layanan ini untuk menolong masyarakat, supaya mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna.

“Pasien yang membutuhkan pemeriksaan yang lengkap tidak perlu ke tempat lain lagi. Cukup dilakukan dalam satu lokasi karena klinik khusus ini dikelola sendiri oleh RS Adi Husada Undaan Wetan tentu akan lebih terkontrol,” katanya dalam sambutannya kepada sejumlah media di Surabaya Rabu (9/10/2019).

Ditambahkan, klinik Bedah Digestif sudah beroperasi sejak 1 Oktober 2019. Sedangkan Klinik Bedah Onkologi akan beroperasi pada 1 November mendatang.

Adanya pelayanan lengkap ini bagi masyarakat tak perlu jauh-jauh terbang ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan medis. Selain bisa menekan biaya berobat di sini
pasien bisa didampingi keluarga saat berobat.

“Bagi pasien sangat penting adanya pendampingan keluarga karena untuk psikis pasien. Kalau di luar negeri mungkin terbatas keluarga yang bisa mendampingi,” jelas Irawati.

Lebih jauh diuraikan dokter yang akan praktek di Klinik Digestif merupakan dokter ahli bedah khusus masalah organ-organ pencernaan. Sedangkan dokter konsultan bedah onkologi adalah dokter ahli bedah yang menangani kasus-kasus onkologi (kanker).

Salah satu konsultan bedah Digestif, dr Luciana Wardoyo Sp.B-KBD, digestif merupakan area pencernaan dari mulai kerongkongan sampai anus.

“Jadi di klinik ini nanti akan menaggani masalah seputar pencernaan. Penyakit pencernaan yang sering terjadi antara lain usus buntu, hernia (usus turun), infeksi lambung, batu empedu, kista liver, liver sampai kanker usus besar,” paparnya.

Menurut Luciana, angka pengidap kanker usus besar di Indonesia masih tinggi dan menempati posisi lima besar.

Gejala kanker usus besar, lanjut Luciana, hampir mirip seperti gejala ambeyen, yaitu buang air besar disertai darah. Nah, kondisi ini terkadang tak disadari masyarakat sebagai kanker usus besar.

“Untuk itu bila merasa ada yang tak biasa dalam pola BAB sebaiknya segera diperiksakan. Pola berubah misalnya, bab berwarna hitam, keluar darah dan sebagainya,” papar Luciana. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *