Resah, Pedagang Hitech Mall Jelang Berakhirnya BOT

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Berakhirnya perjanjian BOT (Build Operate Transfer) antara pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dengan PT Sasana Boga yang akan berahkir pada 31 Maret 2019 mendatang, membawa keresahan bagi 550 pedagang Hi tech Mall yang sudah menempati stand mereka selama 30 tahun.

Keresahan pedagang Hitech Mall ini mengemuka saat hearing dengan Komisi A DPRD Kota Surabaya, Kamis (28/02/2019)

Ketua Paguyuban UKM dan IT Hitech Mall, Rudi Abdullah mengatakan, ratusan pedagang Hitech Mall yang mayoritas penjual produk-produk IT (Informasi Teknologi) saat ini resah, karena stand akan dikosongkan oleh Pemkot Surabaya per 01 April 2019.

Pengosongan tersebut seiring dengan berakhirnya perjanjian BOT (Build Operate Transfer) antara pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dengan PT Sasana Boga sebagai pengelola Hitech Mall.

“Untuk itu kami minta kepada Komisi A untuk diteruskan ke Pemkot Surabaya, agar pedagang Hitech Mall tetap bisa berjualan sampai tanggal 01 April dan seterusnya.”ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (29/02/2019).

Ia menjelaskan, untuk perputaran uang di Hitech Mall setiap harinya mencapai Rp15 milyar, karena Hitech Mall merupakan pusat penjualan produk IT terbesar di kawasan Indonesia Timur.

Oleh karena itu, kata Rudi, sangat disayangkan jika ada pengosongan stand karena masalah BOT antara Pemkot Surabaya dengan PT Sasana Boga selaku pengelola Hitech Mall.

“Saya berharap Pemkot tidak mengusir pedagang Hitech Mall, sampai 01 April 2019 dan seterusnya.” ungkapnya. (Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *