Puti: Pancasila Harus Dimaknai Sebagai “Way of Life” Bagi Masyarakat Indonesia

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno menegaskan Pancasila bukan hanya dasar dan tujuan berbangsa, tapi juga dimaknai sebagai “way of life” bagi masyarakat Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Puti sehubungan dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Penetapan Hari Lahir Pancasila 1 Juni berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.

Dalam konteks pemerintahan, menurut Puti, Pancasila diwujudkan lewat kebijakan yang pro-rakyat. Politik anggaran yang sepenuhnya didedikasikan untuk kesejahteraan rakyat, serta kebijakan yang melindungi perbedaan. “Itu sesuai dengan tujuan besar kami, yaitu kabeh sedulur, kabeh makmur.

Nilai kemanusiaan, lanjutnya, diwujudkan dengan kebijakan yang memanusiakan seluruh masyarakat Jatim. Termasuk meningkatkan kualitas hidup rakyat dengan beragam program seperti pendidikan gratis SMA/SMK, pembebasan biaya siswa miskin, serta nutrisi untuk ibu hamil dan balita.

“Adapun nilai persatuan kita realisasikan dengan merangkul semua elemen di Jatim untuk berkolaborasi bersama membangun provinsi ini,” tutur cucu Presiden RI pertama Soekarno (Bung Karno) ini.

Hal senada dikatakan Calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Dia berkomitmen membumikan Pancasila dengan bekerja keras mewujudkan kesejahteraan dan persatuan rakyat.

“Pembumian Pancasila bermuara ke kesejahteraan rakyat. Itu harga mati. Kesejahteraan itu tumbuh dengan fondasi persatuan. Seperti semangat kami: kabeh sedulur, kabeh makmur. Semua bersaudara, semua sejahtera,” katanya.

Gus Ipul dan Puti lantas menjelaskan tentang pembumian Pancasila di Jatim, berdasar pada nilai-nilai Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai Ketuhanan diwujudkan dengan mendorong pendidikan keagamaan.

“Kami telah menyiapkan pengembangan madrasah diniyah, beasiswa santri ke luar negeri, insentif guru ngaji dan para hafiz serta hafizah,” tambah Wakil Gubernur Jatim 2 periode ini. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *