Puti: Anak-anak Indonesia Tidak Boleh Putus Sekolah

oleh

Surabaya,  kilasjatim.com: Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut 2, Puti Guntur Soekarno menegaskan anak-anak Indonesia tidak boleh putus sekolah. Mereka yang lulus SMP, harus diberikan akses pendidikan yang lebih tinggi, agar Indonesia bisa bersaing dengan negara asing.

“Ibu Megawati selalu mengatakan Indonesia harus bisa bersaing dengan negara asing. Tapi, bagaimana kita mau bersaing ketika kualitas sumber dayanya tidak bisa bersaing ketika anak-anak kita hanya bisa lulus SD dan SMP,” Puti saat mengikuti kegiatan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri di RT 1 RW X Margorukun, Kelurahan Gundih, Surabaya, Minggu (28/4/2018).

Untuk itu, Puti mendorong agar akses pendidikan untuk SMA/SMK dapat digratiskan. Upaya ini dilakukan untuk membantu lulusan SMP dapat meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. “Jangan sampai anak-anak SMP tidak bisa meneruskan sekolah ke SMA/SMK. Jadi akses pendidikan ini wajib untuk dilakukan,” ucapnya.

Menurutnya, program12 tahun wajib belajar itu adalah program pemerintah. Karena itu, program tersebut harus dilaksanakan oleh seluruh komponen. Kalau kita tidak punya keinginan dan kemauan untuk melanjutkan dari SMP ke SMA/SMK, maka harus diberikan akses pendidikan.

Oleh karena itu, Puti yang berpasangan dengan Calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ini, meminta doa kepada seluruh masyarakat Jatim untuk mewujudkan program pendidikan SMA/SMK gratis. “Hari ini, saya mau menemani Bu Mega dan Bu Risma dalam rangka untuk belajar, melihat dan mengambil hal-hal positif. Sehingga hal positif ini bisa kita sama-sama diperjuangkan untuk Jatim,” paparnya.

Seperti diketahui, mulai tahun anggaran 2017, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah mengambil-alih pendidikan SMA/SMK di seluruh provinsi ini. Kebijakan itu diikuti penerapan kebijakan berbayar untuk siswa-siswa SMA Negeri dan SMK Negeri di seluruh Jatim.

Dalam Pilkada Jatim 2018, Calon Gubernur Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno merumuskan rencana kebijakan pembebasan biaya pendidikan untuk SMA/SMK Negeri. Komitmen tersebut dicantumkan dalam dokumen visi-misi keduanya yang diarahkan ke KPU Jatim.

Gus Ipul-Puti merumuskan konsep pendidikan gratis itu dengan nama ringkas “Dik Dilan”, singkatan dari pendidikan digratiskan berkelanjutan. Pasangan yang diusung PDIP, PKB, Gerindra dan PKS ini berharap dengan program tersebut, anak-anak lulusan SMP bisa melanjutkan pendidikannya ke SMA/SMK. Kj4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *