Puluhan Paket Perjalanan East Java Hot Deal, siap ditawarkan ke pasar dunia

oleh
Istimewa

Surabaya, Kilasjatim: Sekalipun Gunung Agung terbatuk, perahu motor karam, kerawanan bahaya di jalan darat, atau bahkan adanya gangguan pasar digital menjadi sebuah keniscayaan, mengancam akan menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia atau wisatawan nusantara (Winus) di Tanah Air, hidup terus berjalan.

Semua tantangan itu setiap saat terjadi diberikan Tuhan untuk kita menjadi lebih bersyukur dan terus menerus up-grading menjadi sebuah bangsa dengan kekuatan pariwisata unggul terdepan.

Inilah yang mendorong Asisten Deputi dan Komunikasi Pemasaran, Deputi Bidang Pemasaran II, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) menggelar Forum Group Discussion (FDG) yang bertajuk “East Java Hot Deal”, membahas program, kiat dan strategi dalam upaya untuk mempercepat pertumbuhan Pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Timur, sebagai strategi mengatasi situasi low season dan low occupancy perhotelan pada week day, berlangsung di Hotel Santika jalan Jemursari Surabaya, Jumat, 6/7/ 2018.

Acara tersebut dihadiri jajaran dan staf Asisten Deputi Kemenpar RI, Kadisbudpar Jawa Timur, Dr. H. Jariyanto, Msi, Ketua PHRI Jawa Timur, Herry Siswanto, SH, MH, Ketua ASITA Jawa Timur Ariefudinsyah, Ketua IHGMA Joko Widiyanto, serta perwakilan Disbudpar Jember, Situbondo, Probolinggo, Malang, Banyuwangi, Pasuruan serta perwakilan asosiasi di bawah forum Visit Wonderful Indonesia yaitu Organda, Apserapi, APPBI, Putri dan HIPPINDO. Peserta lain juga antusias menghadiri FGD ini, seperti JatimPark, Taman Safari Prigen, Gland di Banyuwangi. Tidak ketinggalan juga ada dari airlines Garuda Indonesia, Malaysia Airlines dan Singapore Airlines grup. Acara FGD ini memancing minat yang sangat positif dari para pelaku industri pariwisata di Jawa Timur.

Menurut pria jangkung berbadan tegap kelahiran Ngawi ini, Dr. Anang Sutono, CHE, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kemenpar RI, pihaknya menggelar acara tersebut, karena Hot Deal adalah bagian dari program Kemenpar RI yang memiliki yang merupakan bundling dari 3 A antara lain Attractiveness (menarik), Amenities(fasilitas), Accessibility (akses). ” Hal ini akan mempercepat pertumbuhan pariwisata Indonesia, Jawa Timur yang luar biasa,” kata Anang.

” Program paket-paket Hot Deal ini, adalah gagasan bersama Kemenpar RI bersama ForumVisit Wonderful Indonesia, sebuah konsorsium 18 asosiasi pelaku industri pariwisata nasional beliau. Forum ini digagas Hariyadi Sukamdani (PHRI), Asnawi Bahar (ASITA) yang berkolaborasi mengajaka asosiasi lain untuk bergabung demi memajukan pariwisata nasional.

Hot deal pada prinsipnya menerapkan konsep sharing economy yaitu menjual barang atau jasa yang tidak terjual atau excess capacity misalnya dengan diskon besar atau dengan menawarkan paket-paket wisata khusus sehingga mampu menarik calon wisman pada masa low season atau week day, ujarnya. (KJ3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *