PT Jiwasraya Genjot Kinerja Butuh 800 Agen untuk Garap Nasabah Ritel

oleh

 

Kepala Kantor Wilayah Surabaya PT Jiwasraya, Dwi Laksito

 

SURABAYA, kilasjatim.com:– PT Jiwasraya Wilayah Surabaya pada 2018 akan fokus menggarap pasar nasabah ritel. Selama ini, kinerja PT Jiwasraya Cabang lebih banyak disumbang dari sektor korporasi.

Kepala Kantor Wilayah Surabaya PT Jiwasraya, Dwi Laksito mengatakan, dilihat dari jumlah nasabah atau peserta asuransi, nasabah korporasi mencapai sekitar 70 ribu nasabah dari 70 perusahaan.

“Tahun ini kami konsentrasi garap pasar ritel. Targetnya, hingga akhir tahun 2018 nilai premi yang berhasil dikumpulkan dari sektor ini sebesar Rp 360 miliar dari total target selama setahun sebesar Rp1,2 triliun,” kata Dwi.

Meskipun peningkatannya sangat tinggi, namun Dwi optimistis target premi nasabah ritel dapat tercapai.
Sementara itu, jumlah nasabah ritel hanya mencapai sekitar 12 ribu nasabah.

Minimnya nasabah ritel ini dikatakan Dwi, pihaknya mengalami kesulitan karena kebutuhan masing-masing nasabah berbeda.

Jumlah pembayaran premi untuk ritel dari Januari hingga April 2018 di wilayah Surabaya hanya sekitar Rp 30 miliar dari total realisasi sebesar Rp 270 miliar. Sementara kontribusi terbesar masih disumbang pasar korporasi yang mencapai Rp 240 miliar.

Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target tersebut, diantaranya dengan rekruitmen agen, utamanya dari kalangan mahasiswa. Beberapa Universitas yang telah bermitra dengan Jiwasraya diantaranya adalah Universitas  International Semen Indonesia (UISI), Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, ITS Surabaya dan minggu depan dengan Perbanas.

“Kami masih butuh sekitar 800 agen lagi untuk menggenjot kinerja. Karena karakter pasar ritel ini unik. Tiap nasabah tidak sama permintaannya, setiap eksekusi per orang beda. Apalagi mahasiswa ini kan lima tahun yang akan datang akan menjadi pengambil keputusan,” ujarnya.

Saat ini, jumlah agen yang bergabung dengan Jiwasraya mencapai di kota Surabaya ada sekitar 400, sementara untuk wilayah Surabaya yang meliputi 14 kota dan kabupaten mencapai 1.250 agen.

Selama ini masyarakat dinilai kurang peduli untuk mengikuti program asuransi padahal premi yang harus dibayar sangat murah. Misalnya produk perlindungan atai proteksi diri di Jiwasraya untuk individu, preminya hanya sekitar Rp 50 ribu per tahun. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *