PSN di Lingkungan Sabuk, Ning Ita Himbau Giatkan Bank Sampah

oleh

Mojokerto, kilasjatim.com: Pelaksanaan Pemantauan Jumat Berseri dan PSN Terintegrasi 60 Menit pada Jumat (22/2) diadakan di Lingkungan Sabuk 3, Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama dengan Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Nur Chasanah Achmad Rizal serta segenap Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Dengan gowes menuju lokasi PSN dari Kantor Wali Kota Mojokerto.

Dalam pantauannya di lingkungan Sabuk, Ning Ita menemukan jentik nyamuk. Ning Ita menyampaikan agar semua warga terutama kader kesehatan dan tokoh masyarakat meningkatkan kerjasamanya untuk menjaga lingkungan. “Tahun ini angka penderita DBD cukup banyak dibanding tahun sebelumnya. Maka kita harus ekstra bersih-bersih setidaknya dirumah masing-masing, itu harus benar-benar dijaga,” kata Ning Ita.

Ning Ita  menjelaskan bahwa fogging bukanlah solusi untuk menangani demam berdarah. “Jadi kalau banyak masyarakat yang menginginkan fogging, sebenarnya sudah sering kali disampaikan kalau fogging tidak mematikan jentiknya, karna jentik yang ada dalam air akan tetap hidup,” jelas Ning Ita.

Ning Ita juga menyampaikan bahwa efek fogging juga dapat mengganggu pernapasan. Selain itu fogging akan meninggalkan bekas obat yang lengket yang juga berbahaya terutama jika sesudah fogging rumah tidak dibersihkan dengan benar.

Lebih lanjut Ning Ita mengapresiasi bank sampah yang ada di Lingkungan Sabuk. “Bank sampah di Kota Mojokerto semakin banyak, hal ini berarti mendorong  pola hidup bersih masyarakat akan lebih baik lagi,” kata Ning Ita.

Wali Kota berharap di setiap lingkungan, satu RW ada satu bank sampah. Untuk mendorong tumbuhnya bank sampah akan didakan lomba bagi para pegiat bank sampah. Sehingga bisa meningkatkan motivasi masyarakat untuk mengelola sampah dan menjaga lingkungannya agar semakin bersih dan sehat.

Terkait hasil temuan selama PSN, terdapat warga yang menderita kelainan jantung, Ning Ita menghimbau pihak Dinas Sosial untuk memberikan bantuan berupa kursi roda. Sedangkan untuk siswa yang putus sekolah, Ning Ita meminta para tokoh masyarakat agar memberikan pendekatan persuasif kepada orang tuanya agar anaknya tidak putus sekolah.

“Saya mohon kepada para tokoh masyarakat agar memberikan pendekatan persuasif supaya anak yang putus sekolah mau sekolah lagi minimal sesuai dengan rintisan program wajib belajar 12 tahun,” tuturnya.

Hal terakhir yang disampaikan oleh Ning Ita pada kesempatan ini adalah bahwa Pemerintah Kota Mojokerto akan membangun Moka Space (Mojokerto Academy Space). “Moka space adalah tempat belajar, tempat berdiskusi saling tukar pikiran anak muda yang punya energi luar biasa untuk berkreasi. Yang punya imajinasi tinggi, yang punya inovasi, juga para pekerja yang ingin berinovasi apa yang akan dikerjakan,” pungkas Ning Ita. (na/kha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *