Program Distribusi Paket Makanan Bergizi Kraft Heinz Wujudkan SDM Unggul Cegah Stunting

oleh

 

Pengemasan paket makanan bergizi tinggi program dari Heinz ABC Indonesia  yang melibatkan 260 sukarelawan terdiri dari karyawan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar di Wyndham Hotel, Surabaya Sabtu (21/09/2019)

 

SURABAYA, kilasjatim.com: –
Kraft Heinz ABC berkomitmen untuk melanjutkan program memerangi kekurangan gizi di Indonesia. Tahun 2019 merupakan tahun ke lima dalam upaya mendukung pemerintah mewujudkan visi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul

Kegiatan langsung yang dilakukan Kraft Heinz ABC Sabtu (22/09/2019) di Surabaya dengan menggelar pengemasan paket makanan bergizi tinggi yang melibatkan 260 sukarelawan terdiri dari karyawan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar di Wyndham Hotel, Surabaya.

Dheddy Adi Nugroho, St Manager Corporate Affairs PT Heinz ABC Indonesia mengatakan kegiatan tersebut merupakan simbolisasi dari komitmen yang telah berjalan lebih dari satu dekade untuk memerangi kekurangan gizi di Indonesia.

Kraft-Heinz ABC tahun ini fokus membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan stunting. Menurut Badan Kesehatan Dunia, Indonesia termasuk dalam urutan ke-lima jumlah anak dengan kondisi stunting.Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi

“Tahun ini kami akan mendonasikan sebanyak 210.000 paket makanan bernutrisi ke sejumlah daerah di Indonesia. Jakarta, Jawa Timur, Palu dan Lombok. Jumlah pak makanan yang kami donasikan tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang sebanyak 130.000 paket,” katanya disela kegiatan proses pengemasan (Rise Against Hunger)di Hotel Wyndham Surabaya Sabtu (21/09/2019)

Per paketnya dari setiap kemasan bisa dikonsumsi untuk 4 hingga 5 orang. Untuk pendisribusiannya pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan mendapat dukungan.

“Stunting ini masalah serius bagi kita dan bangsa kita. Gubernur Jawa Timur saat ini juga fokus pada penanganan Stunting. Ke depan Heinz ABC Indonesia berharap akan banyak perusahaan lain yang peduli terhadap masalah kesehatan dan pemenuham nutrisi untuk anak bangsa. Di Jatim angka stunting masih cukup tinggi, yakni dikisaran 26,2%.

Apalagi stunting adalah penyakit permanen dan irreversible atau tidak bisa diperbaiki, jika anak sudah melewati usia dua tahun. Sehingga kondisi tersebut harus mendapat penanganan serius dari pemerintah.

Sementara itu program ‘Rise Against Hunger’, ini merupakan kegiatan pengemasan paket makanan bergizi tinggi bersama ratusna relawan yang terdiri dari karyawan, mahasiswa, dan masyarakat sekitar di Wyndham Hotel, Surabaya.

Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 jam tersebut, para relawan mengemas 130.000 paket makanan bergizi tinggi. Rencananya, paket kemasan tersebut akan disebarkan ke sejumlah kawasan rawan gizi di Indonesia, termasuk di Jatim.

“Kegiatan hari ini merupakan simbolisasi dari komitmen yang telah berjalan lebih dari satu dekade untuk memerangi kekurangan gizi di Indonesia. Kami percaya, salah satu hal penting untuk mewujudkan visi ‘Menciptakan Dunia yang Lebih Baik’ adalah mencetak SDM unggul dengan memastikan kecukupan gizi terutama ibu dan anak Indonesia,” kata People and Performance Director Kraft Heinz ABC, Dina Sitopu.

Sama seperti tahun sebelumnya, Kraft Heinz ABC kembali bermitra dengan organisasi non-profit internasional Rise Against Hunger.

“Aksi Kraft Heinz ABC layak dijadikan contoh nyata komitmen perusahaan pada isu kekurangan gizi. Kami senang dapat kembali menjadi bagian dari misi Perusahaan untuk mengemas total 1 miliar makanan pada tahun 2021,” kata Tiki Teh dari Rise Against Hunger.

Selain menggelar kegiatan pengemasan paket makanan bergizi tinggi, Kraft-Heinz ABC juga mengajak masyarakat berkolaborasi dan bersama-sama menjadi #PejuangNutrisi untuk memerangi kekurangan gizi di Indonesia.

“Kami percaya, dengan berkolaborasi kita dapat melakukan apapun yang terbaik untuk masa depan Indonesia. Menjadi #PejuangNutrisi adalah tentang kepedulian untuk memahami apa itu kekurangan gizi, dan kemauan untuk bergerak bersama-sama menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kecukupan gizi bagi masa depan bangsa,” papar Dina Sitopu. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *