PKBL Bentuk Tanggung Jawab dan Kepedulian PLN Kepada Masyarakat

oleh

 

Aris Muhamad Noor  Supervisor Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Implementasi PT PLN Distribusi Jatim

 

SURABAYA, kilasjatim.com: –
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur terus dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian PLN kepada masyarakat sekitar.

Aris Muhamad Noor,  Supervisor Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Implementasi PT PLN Distribusi Jatim mengatakan, tanggung jawab sosial PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur sudah cukup baik dengan banyaknya bantuan dan program yang diberikan kepada masyarakat.

“Dalam pelaksanaannya PKBL PLN mempunyai aturan atau prosedur yang sangat jelas dan berpedoman kepada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 336.K/DIR/2007 dan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-09/MBU/07/2015,” kata Aris dikantornya, Rabu (1/8).

Keberadaan PKBL dengan segala aktifitasnya berhasil meningkatkan citra PLN dalam mendapatkan dukungan, baik untuk meningkatkan kesejahteraan dalam hal melakukan penyuluhan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dimana rumah mereka berada atau berdekatan di sekitar jaringan PLN.

“Harapan kami warga merasa aman dan sekaligus ikut memelihara sekaligus mengamankan karena ikut memiliki instalasi tersebut.,” imbuh Aris.

Sebagaimana diketahui
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PLN sebagai salah satu perusahaan BUMN.

Program kemitraan ini berupa memberikan pinjaman lunak bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dirasa masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman dari bank.

“Tentunya bunga kita lebih murah dari KUR yakni sebesar 3 persen pertahun tanpa biaya tambahan lainnya (administrasi),” urai Aris seraya menambahkan
bahwa penyaluran bantuan ini bukanlah berbentuk dana atau uang, melainkan dalam bentuk barang yang dibutuhkan oleh para pelaku UKM.

“Bantuan yang diberikan untuk membantu UKM diantaranya pengrajin Batik Lukis, pemberdayaan masyarakan eks lokalisasi dolly yang dibina dan dilatih untuk melukis batik. Ada pula UKM Aroma Terapi, dimana dulunya perusahaan lilin yang seiring waktu berkembang usahanya dengan menyasar pasar produk kecantikan,” paparnya. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *