Pilkada Jatim 2018, Partisipasi Pemilih Diprediksi 90,8 Persen

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Angka partisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) 2018 diprediksi menembus 90,8 persen. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran pemilih Jatim meningkat.

Data tersebut, diungkap Lembaga riset Surabaya Survei Center (SSC). Berdasar hasil penelitiannya, angka partisipasi dalam Pilkada Jatim 2018 diprediksi menembus 90,8 persen.

“Yang menjawab pasti hadir dan mengikuti Pilkada Jatim 90,8 persen, sisanya 9,2 persen menjawab belum pasti,” kata peneliti SSC, Victor Tobing di sela konferensi pers yang digelar SSC bertema “Menjemput Tanding Puputan” di Surabaya, Jumat (22/6/2018).

Menurutnya, data tersebut cukup menggembirakan. Kesadaran pemilih Jatim meningkat. Selain menujukkan keberhasilan sosialisasi, angka partisipasi ini juga akan meningkatkan legitimasi atas hasil Pilkada Jatim.

“Tren positif ini sejatinya tidak mudah dan sekali lagi tingkat kesadaran menunjukkan peningkatan. Kami prediksi Pilkada Jatim akan berlangsung ketat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, angka prosentase pengetahuan masyarakat terkait waktu penyelenggaraan Pilkada Jatim 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 21,8 persen pemilih mampu menyebut tanggal, bulan dan tahun.

“Masyarakat yang mampu menyebut bulan dan tahun saja sebesar 26 persen, mampu menyebut tahun saja 33,4 persen dan 18,8 persen yang menjawab tidak tahu dan tidak menjawab,” katanya.

Di sisi lain, mendekati hari H Pilkada Jatim, “Top of Mind” kandidat pasangan calon bersaing ketat atau pertanyaan bersifat terbuka tenyang siapa pasangan yang dipilih jika Pilkada dilaksanakan hari ini, hasilnya pasangan Khofifah-Emil meraih 36,6 persen dan Gus Ipul-Puti Guntur 34,6 persen dengan “Undecided Voters” mencapai 28,8 persen.

Sedangkan, jika dilakukan “tracking top of mind” kedua pasangan calon mengalami kenaikan kisaran 2 persen, posisi pasangan Khofifah-Emil pada April 2018 meraih 34,8 persen dan Gus Ipul-Puti 32,6 persen, kemudian “undecided voters” 32,6 persen.

Sementara itu, untuk “Top of Mind” calon Gubernur Khofifah meraup 25,9 persen dan Gus Ipul sebanyak 24,4 persen dan “undecided voters” 49,7 persen. Kemudian untuk Cawagub, Emil Dardak meraih 20 persen, Puti Guntur meraih 15,3 persen dan “undecided voters” sebanyak 64,7 persen.

“Top of mind pasangan calon sudah sangat tinggi dan sudah mencapai puncaknya, dan keduanya mengalami kenaikan yang hampir sama. Jika diamati maka persaingan dalam Pilkada akan berlangsung sangat kompetitif dan ketat,” kata peneliti senior SSC, Surochim, yang didampingi Direktur SSC Moechtar W Oetomo.

Survei dengan metode “multistage random sampling” ini dilakukan pada 4-13 Juni 2018 di 38 kabupaten/kota di Jatim melalui wawancara tatap muka dengan tingkat kesalahan kurang lebih 3 persen, “level of confidence” 95 persen dan jumlah sampel 1.070 responden.

Selain itu, sebagai bentuk kendali mutu, survei ini dilengkapi dengan mengecek langsung ke lokasi, menelepon ulang hingga kontrol secara intensif. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *